Bukan Hanya Para Unggulan, Kejutan Mengintai Jonatan di Kejuaraan Dunia 2026

Kejutan dari pemain nonunggulan menjadi salah satu ancaman utama yang diperkirakan muncul di Kejuaraan Dunia 2026. Jonatan Christie menilai persaingan tunggal putra telah bergerak ke arah yang lebih terbuka dan tidak lagi bergantung pada sedikit pemain elite.

Pemain yang tidak masuk daftar unggulan kini disebut memiliki kesempatan sama untuk menjadi juara. Kondisi itu membuat setiap pertandingan menuntut kesiapan penuh, termasuk bagi Jonatan yang menempati unggulan ketiga.

“Terutama tunggal putra, di mana ada banyak pemain yang tidak hanya unggulan yang juara, yang bukan unggulan pun memiliki kesempatan yang sama,” kata Jonatan. Pernyataan tersebut disampaikannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, sebagaimana dikutip sport.detik.com.

Kesempatan Keenam di Kejuaraan Dunia

Turnamen di New Delhi, India, akan berlangsung pada 17-23 Agustus. Kejuaraan Dunia 2026 menjadi panggung keenam Jonatan Christie setelah lima kali tampil pada edisi sebelumnya.

Partisipasi itu membawa catatan yang belum sepenuhnya stabil. Jonatan sudah tiga kali mencapai perempatfinal, tetapi juga dua kali terhenti langsung pada babak pertama.

TahunPencapaian
2018Babak pertama
2019Perempatfinal
2022Perempatfinal
2023Babak pertama
2025Perempatfinal

Pencapaian perempatfinal terakhir diraih pada Kejuaraan Dunia 2025. Saat itu, Jonatan kalah dari Kunlavut Vitidsarn dalam laga tiga gim.

Hasil tersebut melengkapi catatan perempatfinalnya pada edisi 2019 dan 2022. Sebaliknya, perjalanan Jonatan di edisi 2018 serta 2023 berakhir pada pertandingan pertama.

Peta Kekuatan yang Berubah

Tunggal putra pernah memiliki pemain yang sangat konsisten di posisi atas. Kento Momota dan Viktor Axelsen tercatat sebagai dua figur yang meraih banyak gelar pada berbagai turnamen BWF World Tour.

Jonatan melihat dominasi seperti itu tidak lagi menjadi gambaran utama persaingan saat ini. Kualitas pemain yang lebih merata dan penyebaran kekuatan ke banyak negara membuat hasil laga sulit diprediksi.

Ia menilai perubahan tersebut justru bermanfaat bagi perkembangan bulutangkis. Persaingan yang rapat menciptakan peluang lebih besar bagi pertandingan dengan kualitas tinggi sejak putaran pembuka.

“Di satu sisi, ini bagus. Karena seharusnya ada lebih banyak kejutan,” ujar Jonatan. Ia menilai ketidakpastian hasil menjadi bagian yang membuat sektor tunggal putra semakin menarik.

Tantangan Dimulai Sejak Pertandingan Pertama

Dalam persaingan yang merata, pemain tidak dapat mengandalkan status unggulan untuk melewati lawan dengan mudah. Babak awal dapat langsung mempertemukan dua pemain dengan kemampuan yang sebanding.

“Jadi, menurut saya ini adalah salah satu hal baik untuk bulutangkis. Dan semakin seru lagi karena di babak-babak awal bisa ketemu dengan level yang sama,” tutur Jonatan. Karena itu, konsistensi akan menentukan seberapa jauh langkahnya di New Delhi.

Pengalaman lima edisi sebelumnya memberi Jonatan pemahaman mengenai tuntutan Kejuaraan Dunia. Namun, kompetisi 2026 akan tetap menempatkannya dalam arena yang terbuka bagi kejutan dari mana saja.

Baca Juga