KCP Borong Retak akibat Gempa, BNI Siapkan O-Branch agar Transaksi Tetap Jalan

Kerusakan berupa keretakan pada bangunan KCP Borong membuat satu outlet BNI belum dapat melayani nasabah setelah gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Untuk menjaga akses transaksi, BNI menyiapkan O-Branch sebagai layanan gerak selama kantor tersebut diperbaiki.

Langkah itu diambil karena kebutuhan layanan perbankan tetap diperlukan masyarakat di tengah masa tanggap darurat. Nasabah KCP Borong juga dapat menggunakan kantor BNI lain serta kanal elektronik dan digital yang tersedia.

Satu Kantor Ditutup Sementara

KCP Borong merupakan satu-satunya outlet yang terdampak hingga belum bisa beroperasi. Normalisasi layanan akan dilakukan setelah bangunan dinyatakan aman untuk kembali digunakan.

Meski satu kantor sementara tutup, sebagian besar jaringan layanan BNI di wilayah sekitar tetap berjalan. Di area Ende dan Maumere, 24 dari total 25 outlet masih melayani nasabah.

Ketersediaan layanan tersebut menjadi penting bagi warga yang membutuhkan transaksi selama pemulihan dampak gempa berlangsung. BNI menyatakan keselamatan pegawai dan nasabah menjadi pertimbangan utama dalam pengaturan operasional.

Jaringan layananJumlah totalMasih beroperasiGangguan
Outlet di Ende dan Maumere2524KCP Borong sementara tidak melayani
ATM di Ende dan Maumere67652 ATM di KCP Borong tidak beroperasi

ATM Mayoritas Masih Bisa Diakses

Dampak gempa juga mengenai dua mesin ATM yang berada di KCP Borong. Namun, 65 dari 67 ATM di area Ende dan Maumere masih dapat digunakan oleh masyarakat.

Dengan begitu, akses layanan tidak hanya bertumpu pada kantor cabang yang tetap buka. Nasabah masih memiliki pilihan melalui ATM, jaringan outlet lain, layanan gerak, dan kanal digital.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyatakan pengaturan layanan difokuskan pada kelangsungan kebutuhan masyarakat tanpa mengabaikan aspek keselamatan. “Dengan dukungan jaringan kantor, O-Branch, serta kanal elektronik dan digital, kami memastikan kebutuhan layanan perbankan masyarakat tetap dapat terlayani selama proses pemulihan,” ujar Okki.

Distribusi Bantuan ke Lima Wilayah

Di saat layanan transaksi dijaga, BNI juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa di Flores. Bantuan tahap awal melalui program BNI Berbagi difokuskan untuk kebutuhan dasar pengungsi.

Penyaluran dilakukan secara bertahap ke Ende, Borong, Labuan Bajo, Maumere, dan Ruteng. Logistik yang dibagikan meliputi air mineral, beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, biskuit, popok bayi, dan peralatan dapur.

Jenis bantuan ditentukan melalui identifikasi kebutuhan bersama pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta pemangku kepentingan terkait. Pendekatan ini ditujukan agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan paling mendesak di lokasi terdampak.

Okki menyampaikan duka cita kepada keluarga korban serta keprihatinan atas musibah tersebut. “Dalam kondisi tanggap darurat, BNI hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan yang paling mendesak agar dukungan dapat segera dirasakan masyarakat terdampak,” katanya dalam keterangan tertulis.

Pemantauan untuk Bantuan Berikutnya

BNI menyebut bantuan logistik awal akan diikuti pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD akan menjadi dasar penetapan dukungan lanjutan.

Bantuan berikutnya direncanakan disalurkan secara bertahap menurut kebutuhan prioritas masyarakat. Dukungan tersebut diarahkan untuk masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan pascabencana.

Penanganan bencana ini juga menjadi bagian dari sinergi Keluarga Besar BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia. Koordinasi tersebut ditujukan agar bantuan dapat bergerak cepat, terukur, dan tepat sasaran.

Selama pemulihan berlangsung, BNI akan terus menjaga layanan melalui outlet yang masih beroperasi, O-Branch, dan kanal digital. Bank tersebut juga melanjutkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam penanganan dampak gempa.

Baca Juga