Saat KCP Borong Ditutup akibat Retak, 65 ATM BNI di Ende-Maumere Tetap Aktif

Keretakan bangunan membuat KCP Borong belum dapat melayani nasabah setelah gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Namun, akses transaksi tunai di kawasan Ende dan Maumere tetap dominan terbuka karena 65 dari 67 ATM BNI masih beroperasi.

Dua mesin yang tidak beroperasi berada di KCP Borong, mengikuti penghentian sementara aktivitas kantor tersebut. BNI akan membuka kembali operasional kantor cabang pembantu itu setelah bangunannya dinyatakan aman.

Situasi ini membuat jaringan layanan alternatif menjadi penopang kebutuhan transaksi masyarakat. Nasabah dapat mendatangi kantor BNI lain atau memanfaatkan kanal elektronik dan digital selama pemulihan berjalan.

Jaringan LayananJumlahMasih AktifKeterangan
ATM BNI Ende dan Maumere67652 ATM di KCP Borong dihentikan sementara
Outlet BNI Ende dan Maumere2524KCP Borong belum beroperasi

BNI juga menyiapkan O-Branch untuk melayani nasabah di Borong selama perbaikan bangunan berlangsung. Layanan bergerak ini disiapkan agar keterbatasan akses di satu kantor tidak memutus kebutuhan transaksi perbankan warga.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menegaskan keamanan menjadi dasar pengambilan keputusan operasional. Keselamatan pegawai dan nasabah ditempatkan sebagai prioritas saat penanganan dampak gempa dilakukan.

Jaringan Tetap Melayani Masyarakat

Secara keseluruhan, 24 outlet BNI di wilayah Ende dan Maumere masih menjalankan pelayanan. Kondisi tersebut menjaga sebagian besar jaringan fisik tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan transaksi di tengah masa tanggap darurat.

Pengaturan operasional itu disebut sebagai bagian dari rencana keberlanjutan usaha BNI. Perusahaan berupaya mempertahankan layanan keuangan sambil memastikan lokasi terdampak tidak menimbulkan risiko bagi pengguna maupun petugas.

“Keselamatan pegawai dan nasabah menjadi prioritas. Dengan dukungan jaringan kantor, O-Branch, serta kanal elektronik dan digital, kami memastikan kebutuhan layanan perbankan masyarakat tetap dapat terlayani selama proses pemulihan,” ujar Okki.

Keberadaan ATM BNI yang tetap aktif memberi pilihan akses tunai di saat KCP Borong belum bisa dibuka. BNI juga mengarahkan pemanfaatan jaringan kantor yang masih beroperasi untuk kebutuhan layanan nasabah.

Bantuan untuk Wilayah Terdampak

Bersamaan dengan menjaga operasional, BNI menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program BNI Berbagi. Bantuan awal menyasar kebutuhan dasar warga terdampak gempa, terutama masyarakat yang mengungsi.

Paket bantuan mencakup air mineral, beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, biskuit, popok bayi, dan peralatan dapur. Distribusi dilakukan bertahap setelah kebutuhan di lapangan diidentifikasi.

Ende, Borong, Labuan Bajo, Maumere, dan Ruteng menjadi wilayah penyaluran tahap awal. Dalam pelaksanaannya, BNI berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, serta pemangku kepentingan yang terkait.

Okki menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan keprihatinan bagi masyarakat yang terdampak. Ia menyatakan bantuan darurat diupayakan agar kebutuhan paling mendesak segera dapat dirasakan warga.

Pemantauan Dilakukan Bertahap

BNI akan terus memantau perkembangan situasi untuk menentukan dukungan lanjutan yang diperlukan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD akan menjadi dasar penyesuaian bantuan pada tahap berikutnya.

Dukungan bagi wilayah terdampak menjadi bagian dari sinergi Keluarga Besar BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia. BNI menyatakan komitmen pendampingan tetap berjalan dari masa tanggap darurat hingga pemulihan.

Baca Juga