Karier Tak Cukup Ditopang IQ, USU Minta Mahasiswa Baru Asah Komunikasi

IQ yang baik belum cukup untuk membawa mahasiswa menuju prestasi karier apabila tidak diiringi kemampuan komunikasi dan moral yang baik. Pesan itu disampaikan Rektor Universitas Sumatera Utara, Muryanto Amin, kepada ribuan mahasiswa baru.

Muryanto menilai kemampuan menyampaikan pemikiran menentukan apakah ilmu dan gagasan seseorang dapat dipahami serta memberi dampak. Mahasiswa karena itu diminta mulai melatih cara berbicara sejak berada di bangku kuliah.

“Jadi, saya ingatkan, kalau Anda punya IQ baik, terus juga moral yang baik, ditambah satu lagi cara komunikasi yang baik, menurut saya ini sudah menuju pada sebuah kesempurnaan prestasi karier,” ujar Muryanto. Ia menempatkan tiga unsur tersebut sebagai bagian yang saling melengkapi dalam pembentukan pribadi mahasiswa.

Pesan tersebut disampaikan dalam pembukaan PKKMB USU di Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (12/8/2026). Sebanyak 8.360 mahasiswa baru mengikuti kegiatan pengenalan kehidupan kampus itu.

Ide Perlu Disampaikan dengan Baik

Menurut Muryanto, kemampuan intelektual seseorang dapat berkembang tidak maksimal apabila gagasan yang dimilikinya sulit diterima oleh orang lain. Kondisi itu membuat cara menyampaikan ide menjadi kemampuan penting, selain penguasaan akademik.

Ia meminta mahasiswa tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai selama menempuh pendidikan tinggi. Kemampuan berkomunikasi perlu dibangun agar mahasiswa lebih siap menyampaikan pemikiran dalam berbagai situasi.

“Oleh karena itu, latihlah cara Anda menyampaikan ide, gagasan, atau pikiran Anda kepada orang lain dengan cara yang baik,” kata Muryanto. Kutipan tersebut tercantum dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Kamis (13/8/2026).

Komunikasi dipandang bukan sebagai keterampilan tambahan yang dapat diabaikan. Kemampuan itu menjadi bagian dari bekal mahasiswa untuk membangun perjalanan karier setelah lulus.

Etika Saat Menggunakan Media Sosial

Muryanto juga memberi perhatian pada cara mahasiswa berkomunikasi di ruang digital. Ia mengingatkan agar kesantunan tetap dijaga saat menggunakan Instagram, TikTok, dan Facebook.

Media sosial membuka ruang luas bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan dan berinteraksi dengan orang lain. Namun, kebebasan tersebut tetap perlu disertai kemampuan mengutarakan pendapat secara baik.

Pesan tentang kesantunan berlaku dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika mahasiswa berada di kampus maupun di luar kampus. Interaksi yang baik juga penting dalam membangun hubungan dengan sesama mahasiswa dan dosen.

PKKMB untuk Memulai Adaptasi

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian USU, Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, mengatakan PKKMB menjadi titik awal mahasiswa baru mengenali kehidupan kampus. Kegiatan ini dirancang untuk membantu peserta beradaptasi dengan lingkungan akademik dan kemahasiswaan di USU.

Selama rangkaian kegiatan, mahasiswa diperkenalkan dengan fasilitas kampus, kegiatan kemahasiswaan, serta layanan akademik dan nonakademik. Pengenalan itu diharapkan membantu mereka memahami ruang belajar dan peluang pengembangan diri yang tersedia.

Poppy meminta peserta mengikuti agenda secara aktif serta bertanya apabila menemukan hal yang belum jelas. Ia juga mengajak mahasiswa baru membangun hubungan yang baik dengan mahasiswa lain dan dosen.

Muryanto turut meminta mahasiswa memanfaatkan masa kuliah secara sungguh-sungguh untuk meningkatkan kapasitas diri. USU juga akan mengembangkan fasilitas sport science yang mengintegrasikan olahraga dengan aspek akademik.

Ia berharap cita-cita yang ditanamkan selama menjadi mahasiswa dapat diwujudkan ketika mereka telah menjadi alumni. Muryanto menilai kesempatan belajar di perguruan tinggi perlu digunakan sebaik-baiknya karena kesempatan itu tidak datang dua kali.

Baca Juga