Jangan Remehkan Ubi Pagi Hari, 5 Manfaatnya Menjangkau Usus hingga Mata

Ubi jalar berdaging oranye dapat menyumbang beta-karoten yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A. Nutrisi tersebut penting untuk mendukung kesehatan mata, sehingga ubi tidak hanya berperan sebagai sumber karbohidrat.

Menurut Eating Well yang dikutip Beautynesia, satu ubi jalar berukuran sedang dapat memenuhi sekitar 122% kebutuhan harian vitamin A. Angka itu menempatkan ubi jalar sebagai salah satu pilihan pangan kaya provitamin A.

Selain mendukung mata, kebiasaan mengonsumsi ubi pada pagi hari juga berkaitan dengan energi yang lebih bertahap, kesehatan pencernaan, dan rasa kenyang yang lebih lama. Manfaat ini berasal dari perpaduan serat, pati resisten, kalium, antioksidan, dan karbohidrat kompleks.

Ringkasan Peran Ubi dalam Menu Pagi

Bagian tubuh atau kebutuhanPeran ubi
MataBeta-karoten diubah menjadi vitamin A
UsusSerat dan pati resisten mendukung bakteri baik
JantungSerat larut dan kalium membantu menjaga kolesterol serta tekanan darah
Energi dan kenyangKarbohidrat kompleks serta serat bekerja lebih bertahap

1. Mendukung Kesehatan Mata

Beta-karoten dalam ubi jalar, terutama yang berdaging oranye, merupakan provitamin A. Tubuh mengubahnya menjadi vitamin A untuk membantu menjaga fungsi kesehatan mata.

Kandungan ini menjadi salah satu alasan ubi jalar sering dipilih dalam pola makan yang memperhatikan kecukupan vitamin A. Porsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan makan harian.

2. Menjaga Kesehatan Usus

Ubi jalar mengandung serat larut, serat tidak larut, antioksidan, dan pati resisten. Pati resisten dapat melewati lambung tanpa tercerna lalu mencapai usus besar.

Di bagian usus tersebut, serat dan pati resisten dapat menjadi makanan bagi bakteri baik. Proses ini membantu menjaga kesehatan usus dan mendukung kelancaran buang air besar.

3. Membantu Menjaga Jantung

Serat larut pada ubi jalar berperan membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Menjaga kadar kolesterol tetap terkendali penting untuk menekan risiko penyakit jantung.

Kalium dalam ubi jalar juga berperan membantu menurunkan tekanan darah. Kedua peran tersebut membuat ubi dapat mendukung upaya menjaga kesehatan jantung.

4. Memberikan Energi yang Lebih Stabil

Karbohidrat kompleks pada ubi dicerna lebih lambat dibandingkan sumber energi yang cepat habis. Tubuh dapat memperoleh pasokan energi secara bertahap saat aktivitas pagi dimulai.

Energi yang lebih stabil dapat membantu menjaga stamina dalam menjalani kegiatan. Ubi pun dapat digunakan sebagai alternatif sumber karbohidrat pada sarapan.

5. Mendukung Pengaturan Asupan Makan

Serat pada ubi membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama setelah makan. Efek ini dapat mengurangi keinginan untuk ngemil atau makan berlebihan di antara waktu makan.

Bagi yang menjalani program diet, ubi dapat dimasukkan ke menu sarapan dengan tetap menjaga keseimbangan asupan harian. Pola makan seimbang dan gaya hidup sehat tetap diperlukan untuk membantu mengontrol kalori.

Manfaat ubi tidak berdiri sendiri sebagai penentu kesehatan tubuh. Penggunaannya akan lebih tepat bila dipadukan dengan pilihan makanan yang beragam dalam menu sehari-hari.

Baca Juga