Saat Fiber dan Listrik Terganggu, Jalur Cadangan Jaga Konektivitas NTT

Gangguan kabel fiber optik di darat dan laut sempat menurunkan kapasitas telekomunikasi di sejumlah titik di Nusa Tenggara Timur. Namun, jaringan backbone TelkomGroup tetap berfungsi melalui jalur cadangan yang dioptimalkan selama masa pemulihan pascagempa.

Keberadaan rute alternatif menjadi penopang konektivitas ketika pasokan listrik dan infrastruktur utama belum pulih sepenuhnya. TelkomGroup juga menggunakan genset bergerak serta genset tetap di lokasi yang kelistrikannya masih belum stabil.

Upaya tersebut dilakukan agar layanan komunikasi tetap tersedia bagi masyarakat terdampak. Konektivitas menjadi kebutuhan penting dalam situasi bencana, terutama untuk komunikasi keluarga, akses informasi, dan pencarian dukungan.

300 Tim Teknis Dikerahkan

Sebanyak 300 tim teknis diterjunkan untuk mengasesmen gangguan, memperbaiki jaringan, dan menangani infrastruktur pendukung. Mereka bekerja bertahap dengan menempatkan keselamatan petugas serta masyarakat sebagai pertimbangan utama.

Perbaikan diprioritaskan di Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Alor, Ende, dan Ngada. Kondisi lapangan dan kesiapan infrastruktur pendukung menentukan urutan penanganan di setiap wilayah.

Pemulihan pasokan listrik di sejumlah titik turut membantu mempercepat proses normalisasi. TelkomGroup melanjutkan perbaikan infrastruktur yang terdampak sembari memaksimalkan jalur alternatif untuk menjaga layanan.

Sebagian Besar BTS Sudah Beroperasi

Hasil percepatan pemulihan terlihat pada jaringan seluler, dengan 85% dari 735 site BTS Telkomsel di NTT telah kembali beroperasi. Pada tahap awal setelah gempa, sekitar 50% BTS Telkomsel dilaporkan sempat mengalami gangguan.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan trafik layanan kini berangsur normal sejalan dengan perbaikan jaringan dan kembalinya listrik di sejumlah area. Pernyataan itu disampaikan dalam Rakor Penanganan Gempa wilayah Nusa Tenggara Timur pada Minggu (16/8).

“Alhamdulillah trafik sudah berangsur normal, walaupun pada awalnya terdapat sekitar 50% BTS Telkomsel terganggu, tapi saat ini sejalan dengan upaya percepatan perbaikan yang kami lakukan dan listrik yang mulai kembali, sebagian besar sudah pulih,” ujar Dian.

Komponen LayananKondisi TerdampakPerkembangan Terkini
BTS TelkomselSekitar separuh BTS terganggu85% dari 735 site beroperasi
IndiHomeSekitar 2.600 pelanggan terdampak98,3% pelanggan kembali terlayani
Backbone TelkomGroupKapasitas berkurang di beberapa titikBerjalan dengan jalur cadangan

Layanan IndiHome Mulai Kembali Terlayani

Gangguan gempa juga sempat berdampak pada sekitar 2.600 pelanggan IndiHome. TelkomGroup mencatat 16.788 dari 17.062 pelanggan, atau 98,3%, kini telah kembali memperoleh layanan.

Perusahaan terus melakukan normalisasi pada titik yang masih mengalami kendala. Pemulihan layanan dilakukan bersamaan dengan perbaikan jaringan utama dan stabilisasi kebutuhan daya di lapangan.

Akses Paket Darurat Rp1

Bagi pelanggan di wilayah terdampak, Telkomsel menyediakan Paket Darurat seharga Rp1 yang berlaku selama tujuh hari. Paket itu berisi 3GB data, 100 SMS, dan 300 menit telepon.

Aktivasi dapat dilakukan melalui *888*20#. Masyarakat juga dapat menghubungi Hotline Tanggap Bencana TelkomGroup di 0800-111-9000 yang beroperasi 24 jam tanpa biaya pulsa.

Dalam penanganan lapangan, TelkomGroup berkoordinasi dengan Danantara Indonesia, BP BUMN, Kementerian Komunikasi dan Digital RI, BNPB dan BPBD, TNI/Polri, pemerintah daerah, mitra, serta relawan. Koordinasi tersebut ditujukan agar proses pemulihan dapat berlangsung aman dan terarah.

Baca Juga