IPK 4,00 di Tengah Bencana, Perjuangan Nursamsu Menyelesaikan Doktoral Unesa

Predikat lulusan terbaik Program Doktoral Unesa diraih Nursamsu pada wisuda ke-121, 12 Agustus 2026, dengan IPK sempurna 4,00. Prestasi itu diperoleh ketika proses studinya sempat terganggu banjir Aceh yang berdampak pada laptop dan data penelitiannya.

Nursamsu merupakan dosen Universitas Samudra, Aceh, yang tetap menyelesaikan pendidikan doktoral di tengah tekanan akibat bencana. Hambatan tersebut tidak hanya memengaruhi rutinitas, tetapi juga mengancam kelangsungan dokumen penting untuk disertasinya.

Menjaga proses, bukan mengejar predikat

Nursamsu menyatakan fokusnya bukan mengejar status lulusan terbaik sejak awal menempuh pendidikan doktoral. Ia berupaya menyelesaikan setiap tahap akademik secara sungguh-sungguh dan menjaga konsistensi selama penelitian berlangsung.

Kemauan untuk terus belajar menjadi salah satu bekal yang dinilainya penting dalam studi S3. Ia juga membaca artikel ilmiah internasional untuk memperkuat kemampuan akademik dan menjaga komunikasi dengan promotor agar arah penelitian tetap terjaga.

Pendidikan doktoral tersebut ditempuh sambil menjalankan pekerjaan sebagai dosen. Nursamsu memilih Unesa karena sistem pembelajarannya yang hibrida memungkinkan kegiatan perkuliahan berjalan bersamaan dengan tugas mengajar di Universitas Samudra.

Keputusan melanjutkan pendidikan muncul setelah Program Studi Pendidikan Biologi di kampusnya menjalani proses akreditasi. Pada waktu itu, para dosen di Universitas Samudra disarankan meneruskan pendidikan ke jenjang doktoral.

Jalur studi dan capaian akademik

Perempuan kelahiran Pangkalan Susu, 27 Agustus 1984, itu mengikuti seminar proposal secara langsung di Unesa pada Agustus 2024. Sejak tahap tersebut, ia menata penyelesaian disertasi sampai akhirnya menuntaskan program doktoral.

KegiatanWaktuInformasi
Seminar proposalAgustus 2024Hadir langsung di Unesa
Wisuda ke-121 Unesa12 Agustus 2026Lulusan terbaik, IPK 4,00

Dalam proses pendidikan itu, banjir Aceh pada akhir 2025 menjadi ujian besar. Laptop yang menyimpan data dan dokumen penelitian terdampak, sehingga sejumlah materi penting untuk disertasi harus diselamatkan.

Gangguan tersebut hadir di tengah aktivitas akademik yang masih harus dituntaskan. Kompas.com memuat bahwa keteguhan dalam menghadapi persoalan menjadi salah satu unsur penting yang mendukung penyelesaian studi Nursamsu.

Pembelajaran sains dalam konteks Aceh

Penelitian Nursamsu berada dalam bidang Pendidikan Sains dan mengangkat kearifan lokal Aceh sebagai bagian dari model pembelajaran. Fokusnya adalah pengembangan pembelajaran sains untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa SMA.

Judul disertasinya adalah “Pengembangan Model Pembelajaran Creative Inquiry Project Laboratory (CIPro-Lab) Berbasis Kearifan Lokal Aceh untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA.” Model itu menggabungkan kegiatan penyelidikan ilmiah, proyek, pembelajaran laboratorium, dan konteks lokal Aceh.

Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran sains tidak hanya diarahkan pada penguasaan teori. Materi juga dikaitkan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan budaya yang dekat dengan peserta didik.

Di luar ketekunan pribadi, Nursamsu mendapat dukungan penuh dari suaminya untuk menyelesaikan pendidikan S3. Promotor dan ko-promotor turut mendampingi tahapan akademik serta penelitian hingga disertasi selesai.

Baca Juga