Kawasan sekitar Bandar Udara Internasional Nusantara disiapkan untuk menampung pusat pelatihan penerbangan sekaligus layanan perawatan pesawat. Penjajakan oleh Lion Group membuka peluang pengembangan ekosistem aviasi yang mencakup kebutuhan tenaga kerja, teknologi, dan rantai pasok udara.
Rencana tersebut melampaui fungsi bandar udara sebagai titik keberangkatan dan kedatangan penumpang. Fasilitas yang dijajaki diarahkan untuk mendukung pembelajaran praktik penerbangan serta kebutuhan teknis pesawat.
Pengembangan itu akan dijajaki Lion Group melalui PT Batam Aero Teknik. Perusahaan direncanakan membangun pusat pelatihan dan praktik penerbangan, termasuk fasilitas pendukung Maintenance, Repair, and Overhaul atau MRO.
Pelatihan dan Layanan Teknis dalam Satu Kawasan
Fasilitas MRO berperan dalam kebutuhan perawatan pesawat di suatu kawasan. Dalam rencana di Nusantara, keberadaan layanan ini diharapkan meningkatkan efisiensi logistik dan rantai pasok udara, khususnya untuk Indonesia Timur.
Presiden Direktur Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi menyebut kolaborasi tersebut sebagai langkah penting bagi pengembangan teknologi dirgantara nasional. Ia menilai fasilitas yang dijajaki dapat menarik generasi muda untuk mempelajari bidang tersebut.
“Kerja sama ini menjadi milestone penting untuk menarik pemuda-pemudi Indonesia belajar teknologi dirgantara, sekaligus menjadikan Nusantara sebagai pusat perawatan pesawat,” ungkap Daniel. Pernyataan itu menegaskan sasaran proyek mencakup pengembangan talenta di samping pembangunan fasilitas fisik.
| Komponen | Rencana Pengembangan | Manfaat yang Diharapkan |
|---|---|---|
| Pusat pelatihan | Pelatihan dan praktik penerbangan | Pengembangan talenta dirgantara |
| Fasilitas MRO | Perawatan pesawat | Penguatan layanan teknis aviasi |
| Pemanfaatan lahan | Kawasan sekitar Bandara Internasional Nusantara | Dukungan investasi dan ekosistem aviasi |
MoU dan Kesiapan Lahan
Penjajakan proyek didasari Nota Kesepahaman yang melibatkan Otorita IKN, Badan Bank Tanah, dan Lion Group. Kesepakatan itu ditandatangani pada Jumat, 14 Agustus 2026, menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketiga pihak akan mengidentifikasi kawasan yang dinilai strategis untuk pengembangan fasilitas penerbangan. Mereka juga menyiapkan pemanfaatan lahan yang diperlukan bagi investasi tersebut.
Otorita IKN bertugas mengoordinasikan pengembangan kawasan, sedangkan Badan Bank Tanah mendukung kepastian hukum dan penyediaan lahan. Lion Group menjadi pihak yang menjajaki pembangunan fasilitas melalui PT Batam Aero Teknik.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan kerja sama ini merupakan tindak lanjut atas minat investasi di Nusantara. Ia menilai langkah tersebut dapat mempercepat terwujudnya kawasan yang maju dan terintegrasi.
“Ini bukan sekadar PKS dan MoU biasa, tetapi komitmen yang benar-benar ada tindak lanjut nyatanya di lapangan,” ujar Basuki dalam keterangannya. Menurutnya, momentum itu memperkuat optimisme terhadap pembentukan ekosistem Nusantara.
Plt. Kepala Badan Pelaksana Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat menyatakan tim khusus telah bersiaga di basecamp dekat Bandara IKN. Tim tersebut disiapkan agar koordinasi dengan Otorita IKN dapat berlangsung cepat dan fleksibel selama tahap penjajakan lokasi serta pemanfaatan lahan.






