Ian Garry sempat membuat wajah Islam Makhachev berdarah dalam tekanan clinch pada ronde kelima. Namun, serangan itu belum cukup untuk menggagalkan Makhachev mempertahankan gelar juara kelas welter.
Makhachev memenangi pertarungan utama UFC 330 melalui keputusan angka mutlak setelah lima ronde. Kemenangan tersebut diraih dalam duel ketat yang memperlihatkan perubahan momentum pada beberapa fase.
Tekanan Akhir Tidak Mengubah Hasil
Ronde kelima menjadi fase paling menegangkan bagi Makhachev karena Garry lebih aktif dalam pertarungan jarak dekat. Pukulan-pukulan dari clinch membuat wajah sang juara mengeluarkan darah.
Makhachev merespons tekanan tersebut dengan kembali merapatkan jarak. Langkah itu membatasi kesempatan Garry membangun serangan lanjutan sampai pertandingan selesai.
Hasil akhir tetap berpihak kepada Makhachev karena ia dianggap lebih konsisten sepanjang laga. Garry memberi ancaman hingga penghujung duel, tetapi tidak dapat membalikkan penilaian yang telah terbentuk pada ronde-ronde sebelumnya.
Skor Tiga Juri
Laga berlangsung di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Amerika Serikat, pada Minggu (16/8) pagi WIB. Makhachev memasuki arena sebagai pemegang sabuk welter dan Garry sebagai penantang.
Menurut Detik Sport, seluruh juri memenangkan Makhachev melalui unanimous decision. Dua juri memberi skor 49-46, sedangkan juri lainnya memberikan skor 49-47.
| Kartu Juri | Skor untuk Makhachev |
|---|---|
| Juri pertama | 49-46 |
| Juri kedua | 49-46 |
| Juri ketiga | 49-47 |
Serangan Kepala Mengubah Jalannya Duel
Makhachev memulai laga dengan agresif melalui dua tendangan kaki dan satu tendangan ke kepala pada ronde pertama. Ia juga mencoba menjatuhkan Garry dengan double leg takedown.
Garry mampu mempertahankan posisi ketika berada dekat jaring arena. Ketahanan tersebut membuat Makhachev tidak segera mendapatkan penyelesaian meski memegang kendali awal.
Pukulan terbesar Makhachev muncul pada ronde kedua ketika tendangan kepalanya masuk dengan bersih. Serangan itu menjatuhkan Garry dan menjadi salah satu momen penting yang menguatkan posisi juara.
Garry Bangkit pada Ronde Tengah
Garry tidak berhenti memberi perlawanan setelah sempat terjatuh. Pada ronde ketiga dan keempat, ia melepaskan kombinasi pukulan ke arah badan dan kepala Makhachev.
Penantang itu juga menggunakan oblique kick ke arah lutut untuk mengganggu mobilitas lawannya. Serangan tersebut membuat Makhachev harus tetap berhati-hati hingga pertarungan memasuki ronde kelima.
Ketahanan Makhachev dalam menghadapi tekanan akhir akhirnya menjadi pembeda. Ia mampu menjaga kendali hingga bel terakhir dan mempertahankan sabuk welter melalui keputusan tiga juri.






