Jangan Abaikan Gredek Saat Tarikan Awal, 4 Komponen CVT Ini Perlu Dicek

Getaran dan bunyi gredek saat motor matik mulai melaju dapat menjadi tanda bahwa komponen CVT tidak bekerja secara optimal. Gejala ini perlu ditangani sejak awal karena dapat memengaruhi komponen lain dalam sistem transmisi.

Suara berdecit juga dapat muncul ketika penyaluran tenaga mesin ke roda belakang tidak berlangsung efisien. Pemeriksaan berkala diperlukan agar gangguan pada tarikan awal tidak berkembang menjadi keausan yang lebih besar.

Interval Pembersihan Area CVT

Area CVT disarankan dibongkar dan dibersihkan dari debu serta kotoran secara berkala. Rentang pembersihan dapat dilakukan ketika motor telah menempuh sekitar 2.000 hingga 5.000 kilometer.

Interval tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi penggunaan dan intensitas pemakaian kendaraan. Komponen yang sudah aus, rusak, kering, atau getas sebaiknya tidak dipertahankan dan perlu segera diganti.

Komponen yang Memicu Bunyi pada Tarikan Awal

Komponen atau KondisiMasalah yang TerjadiEfek pada CVT
Debu CVTMenempel pada kampas dan mangkok koplingGesekan terganggu
Mangkok koplingLicin dan mengilap karena panas berlebihKontak kampas tidak optimal
Kampas gandaMenipis atau rusak akibat panasDaya cengkeram menurun
V-beltAus, licin, kering, atau getasTenaga kurang efisien tersalur

CVT pada motor matik bertugas mengatur rasio putaran mesin tanpa pengendara perlu melakukan perpindahan gigi manual. Saat kendaraan mulai bergerak, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga menuju roda belakang.

Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menerangkan bahwa getaran dapat terjadi ketika proses gesekan pada bagian tersebut tidak sempurna. Pengendara kemudian merasakan getaran itu sebagai bunyi gredek.

4 Penyebab yang Perlu Diperhatikan

1. Debu Menumpuk pada Mangkok Kopling dan Kampas Ganda

Sisa gesekan antarbagian CVT dapat membentuk debu yang kemudian menempel pada mangkok kopling dan kampas ganda. Penumpukan ini mengurangi kemampuan permukaan komponen untuk mencengkeram dengan baik.

Gangguan pada proses gesekan membuat motor dapat bergetar ketika mulai berjalan. Bunyi gredek pada tarikan awal menjadi salah satu tanda yang mungkin muncul dari kondisi tersebut.

2. Permukaan Mangkok Kopling Menjadi Licin

Panas berlebih dapat membuat mangkok kopling mengalami glazing, yakni permukaannya berubah menjadi licin dan mengilap. Kondisi ini menghambat kerja gesekan antara mangkok kopling dan kampas ganda.

Efeknya dapat terasa ketika motor baru berangkat dari posisi diam. Penyaluran tenaga tidak lagi berlangsung halus dan dapat diiringi getaran maupun suara berdecit.

3. Kampas Ganda Mengalami Keausan

Pemakaian terus-menerus membuat kampas ganda berpotensi menipis. Panas yang timbul dalam sistem juga dapat merusak permukaan kampas tersebut.

Kondisi itu menurunkan kemampuan kampas dalam mencengkeram mangkok kopling. Saat tenaga mesin diteruskan, cengkeraman yang tidak sempurna dapat menimbulkan getaran dan suara gredek.

4. Kondisi V-belt Tidak Lagi Layak

V-belt yang mulai kering, getas, aus, atau licin dapat memicu suara berdecit pada motor matik. Komponen ini memiliki peran penting dalam efisiensi penyaluran tenaga pada sistem CVT.

Karena itu, pemeriksaan V-belt perlu dilakukan bersamaan dengan pengecekan kampas ganda dan mangkok kopling. Otomotif.kompas.com menyebut komponen yang kondisinya tidak layak sebaiknya segera diganti.

“Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek,” kata Wahyu Budhi. Penanganan saat gejala masih awal dapat membantu menjaga komponen CVT tetap bekerja dengan baik.

Baca Juga