Getaran Mesin Berujung Darurat, Bilah Kipas Diduga Retak pada Pesawat Ryanair

Penyelidikan atas penerbangan Ryanair yang mengalami kerusakan mesin kini menyoroti kemungkinan retakan pada bilah kipas. Laporan awal NTSB menduga komponen yang patah itu mengalami tekanan berulang dalam jangka panjang sebelum akhirnya terlepas.

Kerusakan tersebut berkembang cepat setelah pilot menerima peringatan getaran tinggi pada mesin kanan. Tidak lama kemudian, getaran meningkat tajam, terdengar ledakan keras, dan sistem autopilot pesawat terlepas.

Pesawat Boeing 737-8AS itu baru sekitar tujuh setengah menit meninggalkan Thessaloniki, Yunani, saat peringatan awal muncul. Penerbangan menuju Memmingen, Jerman, kemudian harus melakukan pendaratan darurat kurang dari 10 menit setelah lepas landas.

Delapan Bilah Lain Turut Mengalami Deformasi

Mesin yang bermasalah adalah CFM International CFM56-7B26 pada sisi kanan pesawat. NTSB mencatat bilah kipas yang lepas berasal dari mesin nomor dua dan delapan bilah lain memperlihatkan deformasi pada tepi depan.

Penyelidik menduga retakan pada bilah yang patah berkaitan dengan tekanan berulang pada material logam. Namun, penyebab pasti insiden belum ditetapkan karena investigasi masih berjalan.

Temuan PemeriksaanKeterangan
Bilah kipas utamaTerlepas dari mesin kanan
Delapan bilah lainMengalami deformasi pada tepi depan
Sisa di dalam mesinDitemukan bulu dan sisa burung
Pemeriksaan terakhirDilakukan kurang dari tiga minggu sebelum insiden

Pecahan dari area mesin merobek panel logam dan kemudian menghantam beberapa bagian pesawat. Badan pesawat di dekat baris 8 mengalami penyok, bagian bawah sayap berlubang, sedangkan ekor serta stabilizer horizontal kanan turut mengalami kerusakan.

Dampak paling serius terjadi ketika pecahan mesin merusak jendela kabin di baris 11. Jendela yang pecah menciptakan situasi darurat bagi penumpang yang duduk tepat di sampingnya.

Penumpang Sempat Terjepit di Jendela

Ljubisa Karovic, 61 tahun, duduk di kursi 11F saat jendela di dekatnya pecah pada ketinggian sekitar 16.000 kaki di wilayah udara Yunani. Kepala dan bahunya sempat tersedot keluar pesawat, menurut keterangan istrinya kepada Reuters.

Karovic kemudian ditarik kembali ke dalam kabin oleh istrinya bersama seorang awak kabin. NTSB mencatat korban sempat terjepit pada bagian jendela yang rusak sebelum penumpang lain membantu membawanya masuk kembali.

Peristiwa itu menyebabkan Karovic mengalami luka serius. Laporan awal NTSB juga bertentangan dengan pernyataan CEO Ryanair Michael O’Leary yang sebelumnya menyebut tidak ada penumpang yang keluar melalui jendela.

Dalam panggilan konferensi laporan keuangan pada Juli, O’Leary menduga kerusakan mesin dipicu benda asing saat pesawat lepas landas dari Thessaloniki. Ketua NTSB Jennifer Homendy kemudian mengirim surat resmi yang menegur komentar mengenai kemungkinan penyebab ketika investigasi belum selesai.

Temuan Burung Belum Menjawab Penyebab Insiden

Sisa burung dan bulu memang ditemukan di dalam mesin yang rusak, tetapi waktu terjadinya kemungkinan tabrakan burung belum dapat dipastikan. Pesawat itu tercatat memiliki empat laporan dugaan tabrakan burung dalam setahun sebelum insiden tanpa temuan kerusakan pada pesawat.

Pemeriksaan bilah kipas terakhir dilakukan sesuai ketentuan yang diterapkan setelah kecelakaan Southwest Airlines pada 2018. Dalam kecelakaan tersebut, bilah kipas yang patah juga memecahkan jendela dan membuat seorang penumpang tersedot sebagian keluar pesawat hingga meninggal.

Otoritas Investigasi Keselamatan Udara dan Perkeretaapian Yunani meminta NTSB memimpin penyelidikan berdasarkan aturan internasional. Lembaga tersebut menyatakan investigasi kecelakaan udara umumnya membutuhkan satu hingga dua tahun sebelum laporan akhir diterbitkan.

Baca Juga