Terminal energi, SPBU, SPBE, dan jalur distribusi Pertamina di Sumatera Utara dilaporkan tidak terdampak gempa magnitudo 6,4 di Kabupaten Simalungun. Kondisi itu membuat penyaluran BBM dan LPG kepada masyarakat tetap berjalan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melakukan pemantauan terhadap sarana operasional setelah guncangan terjadi. Pemeriksaan awal tidak menemukan gangguan pada fasilitas yang mendukung distribusi energi.
Titik Distribusi dalam Kondisi Terkendali
Pemantauan dilakukan di berbagai titik penting, mulai dari terminal penyimpanan hingga tempat penyaluran kepada konsumen. Jalur distribusi juga menjadi bagian dari pemeriksaan pascagempa.
| Objek Pemantauan | Kondisi Pascagempa |
|---|---|
| Terminal BBM | Tidak terdampak |
| Terminal LPG | Tidak terdampak |
| SPBU dan SPBE | Tidak terdampak |
| Jalur distribusi | Berjalan normal |
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan monitoring dilakukan secara berkelanjutan. Pemantauan itu diarahkan pada seluruh sarana dan fasilitas operasional Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.
“Paska gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Simalungun, kami terus melakukan monitoring terhadap seluruh sarana dan fasilitas operasional Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut,” kata Fahrougi pada Minggu, 16 Agustus 2026. Ia menyebut pemeriksaan dilakukan untuk memastikan layanan energi tetap aman dan lancar.
Pasokan untuk Masyarakat Tetap Mengalir
Fahrougi menyatakan tidak ada sarana yang terdampak berdasarkan hasil monitoring hingga saat ini. “Hingga saat ini, tidak terdapat sarana dan fasilitas yang terdampak, baik terminal, SPBU, SPBE maupun jalur distribusi,” ujarnya.
Perusahaan memastikan operasional distribusi tidak berhenti setelah gempa. Penyaluran BBM dan LPG tetap dilanjutkan agar kebutuhan energi masyarakat di Sumatera Utara dapat dipenuhi.
Pengawasan intensif dan pemeriksaan berkala masih dijalankan di lapangan. Langkah ini ditujukan untuk mengantisipasi potensi bahaya serta menjaga keselamatan kerja dalam operasional distribusi.
“Kami memastikan operasional dan penyaluran energi kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar Fahrougi. Pertamina juga akan melanjutkan koordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi di Simalungun.
Pusat Gempa Berada di Darat
BMKG mencatat gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 17.54 WIB. Pusat guncangan berada di darat di wilayah Kabupaten Simalungun.
Guncangan tersebut dilaporkan terasa cukup besar. Meski demikian, pemeriksaan Pertamina tidak menunjukkan adanya dampak pada infrastruktur penyaluran energi di Sumatera Utara.
Kelancaran distribusi menjadi fokus selama pemantauan pascagempa berlangsung. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan akan terus mengikuti situasi untuk menjaga layanan BBM dan LPG.






