Kementerian Luar Negeri memastikan seluruh WNI di Kolombia selamat setelah gempa magnitudo 7,4 mengguncang negara tersebut. Kepastian itu datang ketika jumlah korban meninggal akibat bencana telah mencapai sedikitnya 111 orang.
KBRI Bogota telah menjalin komunikasi dengan warga Indonesia yang berada di sejumlah wilayah terdampak. Pemantauan perwakilan RI tidak menemukan laporan WNI yang menjadi korban gempa.
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menyampaikan informasi tersebut melalui keterangan tertulis di Jakarta pada Selasa, 11 Agustus 2026. Ia mengatakan seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam keadaan aman berdasarkan pemantauan KBRI Bogota.
Gempa terjadi pada Senin, 10 Agustus 2026, dengan pusat di wilayah Choco. Lokasi pusat gempa berjarak sekitar 280 kilometer dari Bogota, tetapi getarannya terasa hingga sejumlah kota besar.
Warga di Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, dan Ibague merasakan guncangan kuat. Dampak gempa kemudian mendorong pemerintah Kolombia menetapkan status bencana nasional.
Dampak pada Permukiman dan Infrastruktur
Gempa menyebabkan kerusakan pada rumah warga, bangunan umum, layanan kesehatan, sekolah, dan jalan. Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella menyatakan setidaknya 87 orang mengalami luka-luka.
| Kategori Kerusakan | Data Tercatat |
|---|---|
| Korban meninggal | 111 orang |
| Korban luka | 87 orang |
| Rumah rusak | 1.575 unit |
| Rumah hancur total | 37 unit |
| Bangunan roboh | 61 bangunan |
| Fasilitas kesehatan terdampak | 18 lokasi |
| Fasilitas pendidikan terdampak | 52 lokasi |
| Ruas jalan terdampak | 18 ruas |
Kerusakan juga mengenai 17 pusat kegiatan masyarakat. Data ini menunjukkan gangguan terjadi pada permukiman sekaligus layanan penting yang diperlukan warga saat keadaan darurat.
Pemerintah Kolombia mengaktifkan sistem tanggap darurat nasional setelah gempa, menurut laporan Anadolu yang dikutip VIVA. Otoritas setempat juga membentuk Pos Komando Terpadu untuk mengatur penyaluran bantuan dan asesmen kebutuhan.
Imbauan bagi WNI
KBRI Bogota masih memantau situasi dan menyiapkan langkah kedaruratan sebagai antisipasi gempa susulan. Koordinasi dengan WNI di daerah yang terdampak tetap dilakukan secara berkelanjutan.
WNI diminta tetap waspada serta mematuhi arahan yang dikeluarkan otoritas Kolombia. Mereka juga diminta mengikuti informasi melalui kanal resmi dan menjaga jalur komunikasi dengan KBRI Bogota.
WNI yang berada dalam keadaan darurat dapat menghubungi hotline KBRI Bogota di +57 301 9061706. Nomor itu dapat digunakan untuk meminta bantuan maupun menyampaikan laporan kondisi di lokasi terdampak.
Dengan status bencana nasional, pemerintah Kolombia dapat memperluas pengerahan sumber daya untuk penanganan. Upaya darurat difokuskan pada kebutuhan warga dan pendataan kerusakan di berbagai wilayah.






