Banjir rob masih diprediksi mengganggu kawasan pesisir utara Jawa Tengah pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pasang air laut sekitar satu meter diperkirakan terjadi pada pukul 07.00-11.00 WIB.
Pekalongan, Semarang, dan Demak termasuk kawasan pesisir yang berpotensi mengalami genangan. Warga perlu mencermati waktu pasang karena rob dapat menghambat perjalanan dan aktivitas ekonomi di Pantura.
Gangguan juga dapat terjadi pada kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan. Budidaya perikanan darat dan aktivitas petani garam turut berisiko terdampak oleh genangan air laut.
Pelayaran tetap perlu waspada
Perairan selatan Jawa Tengah menunjukkan kondisi yang lebih baik setelah gelombang sebelumnya mencapai 2,5-4 meter. Tinggi gelombang kini diprakirakan berada pada kisaran 1,25-2,5 meter.
Meski telah menurun, gelombang tersebut masih berisiko bagi kapal nelayan, tongkang, dan kapal wisata. Risiko meningkat ketika kecepatan angin melampaui 15 knot.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Lessy Andari, meminta pelaku pelayaran tetap berhati-hati. Kondisi angin dan gelombang perlu menjadi pertimbangan sebelum menjalankan aktivitas di laut.
Hujan ringan hanya di empat wilayah
Di daratan, Jawa Tengah secara umum diprediksi cerah hingga berawan sejak pagi sampai awal malam. Peluang perubahan cuaca yang lebih basah terutama muncul di kawasan pegunungan dan dataran tinggi bagian tengah.
Empat wilayah diprakirakan berpeluang mengalami hujan dengan intensitas ringan. Wilayah itu mencakup Purbalingga, Wonosobo, Temanggung, dan Kajen.
| Wilayah | Prakiraan |
|---|---|
| Purbalingga | Berpeluang hujan ringan |
| Wonosobo | Berpeluang hujan ringan |
| Temanggung | Berpeluang hujan ringan |
| Kajen | Berpeluang hujan ringan |
Peluang hujan di empat daerah itu terjadi ketika musim kemarau masih berlangsung. Karena itu, hujan ringan tidak dapat dianggap sebagai penanda bahwa risiko kekeringan telah berakhir.
Karhutla tetap menjadi perhatian
BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mengingatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan masih perlu diwaspadai. Tanaman yang mengering selama kemarau lebih mudah terbakar apabila terkena sumber api.
Prakirawan Agus Triyono mengatakan, “Tetap waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun ada peluang hujan ringan di 4 daerah di Jawa Tengah.” Peringatan itu menekankan bahwa pencegahan kebakaran harus tetap berjalan di tengah prakiraan hujan lokal.
Angin diprakirakan bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5-35 kilometer per jam. Kondisi angin perlu diperhatikan karena dapat berpengaruh terhadap penyebaran api di area vegetasi kering.
Suhu udara di Jawa Tengah diperkirakan berada pada kisaran 16-34 derajat Celsius. Kelembapan udara diprakirakan berada pada rentang 45-95 persen.
Perbedaan kondisi antara daratan, pesisir utara, dan perairan selatan membuat warga perlu menyesuaikan kewaspadaan dengan lokasi masing-masing. Hujan ringan di sebagian wilayah pegunungan tidak menghapus risiko rob di Pantura maupun ancaman karhutla selama kemarau.






