Bukan Sekadar Hasil Buruk, Ducati Kehilangan Kendali Motor di Silverstone

Masalah Ducati di Silverstone bukan hanya soal posisi finis yang jauh dari podium. Gigi Dall’Igna menilai timnya kehilangan rasa kendali yang tepat terhadap motor, sehingga tidak pernah benar-benar masuk dalam persaingan kemenangan.

Pengakuan itu menjelaskan mengapa Ducati gagal menemukan kecepatan kompetitif sejak sesi kualifikasi hingga balapan utama MotoGP Inggris 2026. Kesulitan tersebut berujung pada akhir pekan tanpa podium, baik dalam sprint race maupun balapan utama.

“Tidak banyak yang bisa dikatakan: kami memang tidak pernah benar-benar berada dalam persaingan,” kata Dall’Igna dalam pernyataan yang dikutip Crash. General Manager Ducati Corse itu menyebut ada beberapa alasan yang membuat para pembalap kekurangan kendali atas motor.

Kualifikasi Menghambat Peluang Balapan

Kendala Ducati telah muncul sebelum lampu start padam di Silverstone. Marc Marquez dan Francesco Bagnaia sama-sama gagal mengamankan posisi dari barisan depan saat kualifikasi.

Posisi awal yang tidak ideal membuat keduanya tidak memiliki dasar kuat untuk menekan rival sejak awal balapan. Ducati pun tidak mampu membangun momentum yang dibutuhkan untuk mengubah keadaan selama akhir pekan.

PembalapHasil Balapan UtamaHasil Sprint RacePosisi Start
Marc MarquezFinis ke-7Tidak meraih podiumBukan barisan depan
Francesco BagnaiaGagal finisTidak meraih podiumBukan barisan depan

Marquez menjadi pembalap Ducati dengan pencapaian terbaik pada balapan utama melalui finis di urutan ketujuh. Bagnaia tidak dapat membawa motornya hingga garis akhir, menambah berat hasil tim pabrikan Italia tersebut.

Tidak adanya podium dari dua agenda balapan menjadi catatan yang kontras dengan ambisi Ducati di kejuaraan. Dall’Igna juga melihat Silverstone sebagai sirkuit yang kembali memperlihatkan betapa sulitnya menjaga konsistensi di tengah persaingan rapat.

Silverstone dan Persaingan yang Tidak Stabil

Menurut Dall’Igna, belakangan ini terdapat dua belas pemenang berbeda dalam dua belas balapan. Catatan itu menggambarkan kompetisi yang terbuka serta ancaman dari banyak lawan di setiap seri.

Silverstone sendiri bukan trek yang mudah bagi Ducati dalam beberapa musim terakhir. Pada musim 2025, Marquez meraih posisi kedua di sprint race dan posisi ketiga pada balapan utama.

Hasil musim lalu itu masih lebih baik dibandingkan akhir pekan 2026 yang berakhir tanpa podium bagi seluruh pembalap Ducati. Karena itu, persoalan di Inggris tidak hanya berkaitan dengan satu hasil buruk, tetapi juga menjadi pengingat atas tantangan khusus sirkuit tersebut.

Fokus Beralih ke Aragon

Dall’Igna meminta timnya segera meninggalkan kekecewaan dari Silverstone tanpa mengabaikan pelajaran yang didapat. Ia tidak menganggap hasil tersebut sebagai masalah yang perlu dibesar-besarkan, tetapi Ducati tetap harus memahami penyebab kesulitannya.

“Kami menjalani akhir pekan yang kurang memuaskan, yang harus segera kami tinggalkan sembari tetap mengambil pelajaran penting darinya,” ujar Dall’Igna. Prioritas berikutnya adalah mengembalikan semangat dan performa yang dimiliki tim sebelum jeda musim panas.

MotoGP Aragon yang berlangsung pada 28-30 Agustus akan menjadi panggung selanjutnya bagi Ducati. Marquez dan Bagnaia diharapkan mampu kembali menunjukkan kemampuan terbaik untuk merespons hasil yang mengecewakan di Silverstone.

Baca Juga