Dua Dakwaan Diakui, Luigi Mangione Kini Menanti Vonis Penjara Seumur Hidup

Pengakuan bersalah Luigi Mangione atas dua dakwaan federal membawa perkara penembakan Brian Thompson ke tahap penjatuhan vonis. Jaksa penuntut umum meminta pria berusia 28 tahun itu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Ancaman hukuman mati yang sebelumnya melekat pada dua dakwaan federal telah gugur setelah dibatalkan hakim pada Januari 2026. Meski jalur hukuman mati tertutup, Mangione masih menghadapi konsekuensi pidana maksimal berupa penjara seumur hidup.

Pengakuan di Pengadilan Manhattan

Mangione menyampaikan pengakuan di hadapan Hakim Margaret Garnett di Manhattan. Ia menyatakan bahwa penembakan dilakukan secara sadar serta mengakui penggunaan senjata rakitan dalam serangan tersebut.

Dakwaan yang diakui mencakup stalking antarnegara bagian dan perencanaan sebelum aksi penembakan. Peristiwa yang menewaskan CEO UnitedHealthcare, Brian Thompson, itu terjadi di Midtown Manhattan pada 4 Desember 2024.

Dalam persidangan, Mangione mengucapkan kalimat berbahasa Italia untuk menegaskan kesadarannya atas pelanggaran yang dilakukan. “Sapevo che quello che stavo facendo era illegale,” kata Mangione.

Dua Proses Pidana Masih Berjalan

Perkara federal hanya menjadi salah satu dari dua jalur hukum yang masih dihadapi Mangione. Ia juga berstatus terdakwa dalam perkara pembunuhan yang ditangani negara bagian New York.

Jalur PerkaraAgendaWaktu
FederalSidang vonis18 Desember 2026
New YorkPemilihan juri8 September 2026

Sidang vonis federal Mangione dijadwalkan pada 18 Desember 2026. Sebelumnya, pemilihan juri untuk perkara pembunuhan di New York akan berlangsung pada 8 September 2026.

Dengan demikian, pengakuan bersalah pada perkara federal tidak menghentikan proses hukum tingkat negara bagian. Dakwaan pembunuhan tetap akan diperiksa melalui proses persidangan yang terpisah.

Latar Belakang yang Disampaikan Pembela

Kuasa hukum Mangione mengaitkan tindakan kliennya dengan kekecewaan terhadap sistem asuransi kesehatan swasta di Amerika Serikat. Pembelaan menyebut Mangione merasa gagal memperoleh dukungan yang dibutuhkan setelah mengalami masalah kesehatan serius.

Karen Friedman Agnifilo mengatakan Mangione menderita rasa sakit berat dan melemahkan selama bertahun-tahun setelah mengalami patah tulang punggung. Menurut Agnifilo, Mangione menilai sistem layanan kesehatan dan asuransi telah mengecewakan serta menghancurkan hidupnya.

Pengacara itu juga menyebut sejumlah orang menghubungi setelah tragedi tersebut untuk membagikan pengalaman pribadi mereka. Namun, alasan yang diajukan pihak pembela tidak menghapus proses pertanggungjawaban pidana yang berjalan.

Sikap Keluarga Korban

Keluarga Brian Thompson menyatakan bersyukur karena sistem federal meminta pertanggungjawaban dari pihak yang mereka anggap bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Mereka juga menegaskan tidak ada putusan yang dapat menghilangkan duka atas kehilangan Thompson.

“Sebbene nulla allevierà il dolore di perderlo, siamo grati che il sistema federale abbia fatto rendere conto la persona responsabile di questo atto atroce,” kata keluarga Thompson. Perkara federal dan perkara pembunuhan di New York kini sama-sama tetap menjadi beban hukum bagi Mangione.

Baca Juga