Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tetap menguat 0,5% ke Rp995 per lembar meski investor asing mencatat jual bersih Rp67,6 miliar pada sesi I. Pergerakan ini berlawanan dengan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang turun 1,46% ke Rp2.030.
Kontras tersebut muncul ketika investor asing membukukan total jual bersih Rp377,6 miliar di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Dua saham itu menjadi penampung utama arus dana keluar asing dengan nilai gabungan Rp280,7 miliar.
DSSA Tetap Hijau di Tengah Dana Keluar
Nilai perdagangan DSSA pada sesi pertama mencapai Rp264,1 miliar. Bursa Efek Indonesia mencatat total volume perdagangan saham ini sebanyak 266 juta saham dari 18,5 ribu kali frekuensi transaksi.
Untuk transaksi reguler, volume DSSA mencapai 68,1 juta saham. Meski terjadi jual bersih asing, saham perusahaan tersebut masih mencatat penguatan bulanan sebesar 20,6%.
Namun, kenaikan dalam sebulan belum menutup koreksi harga sepanjang tahun berjalan. DSSA masih melemah 75,3% secara tahun berjalan.
| Saham | Nilai Transaksi | Volume Total | Frekuensi |
|---|---|---|---|
| DSSA | Rp264,1 miliar | 266 juta saham | 18,5 ribu kali |
| TPIA | Rp617,9 miliar | 305,9 juta saham | 51,2 ribu kali |
TPIA Menjadi Beban Terbesar
TPIA mencatat jual bersih asing terbesar, yaitu Rp213,1 miliar pada sesi I. Data Stockbit Sekuritas menunjukkan investor asing melepas 105,5 juta saham TPIA berdasarkan harga rata-rata perdagangan sesi tersebut.
Nilai transaksi TPIA mencapai Rp617,9 miliar, lebih besar dibandingkan DSSA. Saham ini diperdagangkan sebanyak 305,9 juta saham melalui 51,2 ribu kali transaksi.
Meski harga TPIA melemah pada sesi pertama, saham ini masih naik 7,4% secara bulanan. Di sisi lain, kinerjanya secara tahun berjalan masih terdepresiasi 71%.
Pola Penjualan Berlanjut
Arus jual asing di kedua saham telah terlihat pada perdagangan sebelumnya. TPIA membukukan jual bersih asing Rp183,8 miliar, sedangkan DSSA mencatat Rp112,4 miliar.
Data sesi I memperlihatkan bahwa penguatan harga tidak selalu berjalan searah dengan aliran dana asing. DSSA masih berada di zona hijau, sementara TPIA terkoreksi saat menjadi saham dengan penjualan bersih asing terbesar.






