Dominasi Portland atas Tijuana Berujung Pahit, Tiket Perempat Final Sudah Tertutup

Portland Timbers menguasai pertandingan melawan Club Tijuana dengan 16 tembakan dan 614 operan, namun dominasi itu datang ketika peluang lolos sudah tertutup. Kemenangan 3-1 di Providence Park tidak mampu membawa Portland ke perempat final Leagues Cup 2026.

Timbers hanya menempati peringkat ketujuh dari 18 klub MLS pada fase penyisihan. Empat posisi teratas menjadi batas kelolosan, sementara hasil pertandingan lain telah lebih dahulu memastikan perjalanan Portland berakhir.

Kendati demikian, laga Kamis, 13 Agustus 2026, membawa nilai penting bagi tim tuan rumah. Pertandingan itu menjadi penampilan pertama Marti Cifuentes mendampingi Portland dari pinggir lapangan sebagai pelatih kepala.

Kontrol Bola Portland

Portland mencatatkan akurasi operan 92,2 persen dalam pertandingan tersebut. Angka itu memperlihatkan kemampuan Timbers mengendalikan bola dan membangun permainan setelah sempat dikejutkan tim lawan.

Club Tijuana hanya menghasilkan delapan tembakan sepanjang laga. Perbedaan jumlah percobaan itu menegaskan tekanan Portland, terutama setelah skor kembali imbang menjelang turun minum.

Tijuana sempat mencuri gol terlebih dahulu lewat Mourad El Ghezouani pada menit ke-19. Ia menyelesaikan serangan balik cepat dengan gol tap-in yang membuat tuan rumah tertinggal.

Respons Portland hadir lima menit sebelum jeda. Kevin Kelsy menerima umpan silang mendatar Jimer Fory dan menuntaskannya dari jarak dekat untuk membuat skor menjadi 1-1.

MenitPencetak golTim
19Mourad El GhezouaniClub Tijuana
40Kevin KelsyPortland Timbers
64AntonyPortland Timbers
77Ariel LassiterPortland Timbers

Babak Kedua Mengubah Laga

Portland kemudian mengambil alih keunggulan pada menit ke-64. Antony memanfaatkan bola rebound yang muncul setelah sundulan Kelsy.

Keunggulan tersebut diperlebar oleh Ariel Lassiter pada menit ke-77. Antony menjadi pengumpan dalam gol terakhir Portland lewat bola terobosan yang diselesaikan Lassiter.

Hasil itu membuat Portland mengakhiri Leagues Cup dengan catatan dua kemenangan dan satu kekalahan. Akan tetapi, kemenangan terakhir tidak cukup mengejar jarak yang terbentuk dalam klasemen antarklub MLS.

Debut yang Tetap Bermakna

Cifuentes memandang pertandingan tersebut sebagai pijakan awal bagi pekerjaannya bersama Portland. “Kami menciptakan peluang-peluang bagus dan pada akhirnya meraih kemenangan yang baik, meskipun sayangnya kami tidak lolos,” katanya.

Pelatih itu memilih memainkan skuad utama meski pertandingan tak lagi menentukan kelolosan. Keputusan tersebut diambil untuk membangun kebiasaan bermain dan menegaskan bahwa setiap laga tetap memiliki bobot kompetitif.

“Saya tidak ingin laga pertama saya mengirimkan pesan bahwa pertandingan ini tidak penting,” ujar Cifuentes. Ia menggunakan duel melawan Tijuana untuk mengembangkan gagasan taktik menjelang pertemuan dengan Chicago.

Cifuentes menginginkan Portland tampil dengan tekanan lebih tinggi, dominasi yang lebih kuat, dan serangan yang lebih konsisten. Kelsy menilai adaptasi para pemain berlangsung baik walaupun mereka memperoleh banyak informasi baru sebelum laga.

Setelah tersingkir dari Leagues Cup, Portland kini kembali menatap kompetisi MLS. Tim yang berada di urutan kedelapan Wilayah Barat dijadwalkan menghadapi Chicago Fire pada Minggu.

Baca Juga