Dominasi Jepang Tak Lagi Nyaman, BYD Lewati Honda dan Rebut 3 Besar

Dominasi merek Jepang di pasar mobil Indonesia masih terlihat jelas dalam data kumulatif 2026, tetapi tekanan baru mulai menguat. BYD berhasil melampaui Honda dan merebut peringkat ketiga wholesales pada Juli dengan distribusi 6.569 unit.

Pencapaian itu penting karena BYD menyalip dua pemain Jepang sekaligus dalam satu bulan, yakni Mitsubishi Motors dan Suzuki. Perubahan tersebut terjadi saat pasar nasional mencatat distribusi 81.115 kendaraan sepanjang Juli 2026.

Peringkat Bulanan Bergeser

Toyota tetap menjadi pemimpin wholesales Juli melalui 21.642 unit. Daihatsu menyusul dengan 14.125 unit, sementara BYD mengisi posisi ketiga dengan selisih yang relatif tipis dari pesaing terdekatnya.

PeringkatMerekDistribusi Juli 2026
1Toyota21.642 unit
2Daihatsu14.125 unit
3BYD6.569 unit
4Mitsubishi Motors6.143 unit
5Suzuki5.654 unit

Mitsubishi Motors berada 426 unit di belakang BYD dalam perhitungan Juli. Suzuki terpaut 915 unit, sehingga perebutan posisi setelah dua pemimpin pasar menjadi semakin terbuka.

Posisi bulanan tidak serta-merta mengubah susunan tahunan. Namun, jika ritme distribusi tersebut bertahan, tekanan terhadap Mitsubishi Motors dan Suzuki dapat semakin besar pada bulan-bulan berikutnya.

Akumulasi 7 Bulan Masih Berpihak pada Pemain Lama

Wholesales kendaraan nasional pada Januari hingga Juli 2026 mencapai 517.742 unit. Toyota menguasai posisi pertama dengan 155.574 unit, jauh meninggalkan merek lain dalam daftar tersebut.

Daihatsu menempati urutan kedua setelah mendistribusikan 87.670 unit. Suzuki dan Mitsubishi Motors masing-masing berada di peringkat ketiga serta keempat dengan 41.973 unit dan 38.731 unit.

MerekTotal Jan–Jul 2026Posisi Nasional
Toyota155.574 unit1
Daihatsu87.670 unit2
Suzuki41.973 unit3
Mitsubishi Motors38.731 unit4
BYD29.826 unit5
Jaecoo20.534 unit8

BYD berada di urutan kelima nasional berkat akumulasi 29.826 unit selama tujuh bulan pertama tahun ini. Jaraknya dengan Mitsubishi Motors masih ada, tetapi lonjakan Juli memperlihatkan perubahan kecepatan persaingan.

Jaecoo dan Merek China Tambah Tekanan

Tekanan terhadap peta lama tidak hanya datang dari BYD. Jaecoo masuk 10 besar wholesales Juli dengan 3.200 unit dan mengamankan posisi kedelapan secara kumulatif melalui 20.534 unit.

Model J5 BEV menjadi salah satu penopang distribusi Jaecoo. Kehadirannya membuat dua merek China memiliki tempat di jajaran 10 besar bulanan.

Perkembangan ini berkaitan dengan meningkatnya pilihan kendaraan listrik dan SUV asal China di Indonesia. BYD telah memproduksi mobil listrik lokal melalui skema CKD dan membangun lini produk yang lengkap.

Geely juga mencatat 10.389 unit pada Januari hingga Juli, diikuti Wuling dengan 9.705 unit dan Chery sebanyak 7.101 unit. Menurut data wholesales yang dilaporkan Suara.com, strategi teknologi baru dan harga kompetitif semakin memengaruhi kompetisi pasar kendaraan nasional.

Baca Juga