Bukan hanya hasil kekalahan angka Ian Garry yang menjadi perhatian Dana White setelah UFC 330. Presiden UFC tersebut lebih terganggu oleh sikap Garry yang dinilai tidak menunjukkan urgensi menyerang pada ronde kelima.
White menilai pertarungan perebutan sabuk juara tidak seharusnya ditutup dengan pendekatan aman ketika seorang penantang masih memiliki peluang membalikkan keadaan. Ia juga mengkritik momen tos dan pelukan antara Garry dengan Islam Makhachev di sela ronde.
“Anda tidak seharusnya berpelukan dan bersalaman terus. Hal semacam itu benar-benar membuat saya kesal setengah mati saat ada begitu banyak hal yang dipertaruhkan,” ujar White. Menurutnya, penghormatan kepada lawan tidak boleh menghilangkan unsur tekanan mental dalam sebuah pertandingan besar.
Garry datang sebagai penantang dalam duel lima ronde melawan Makhachev, pemegang gelar kelas welter. Pertarungan utama itu berlangsung di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, pada Minggu pagi WIB.
Kemenangan Mutlak untuk Makhachev
Makhachev memenangkan laga melalui keputusan mutlak tiga juri dan berhasil mempertahankan sabuk juaranya. Meski seluruh kartu berpihak kepada sang juara, selisih skor menunjukkan pertandingan tidak dinilai dengan angka yang sepenuhnya sama.
| Penilaian | Skor Makhachev atas Garry |
|---|---|
| Juri 1 | 49-46 |
| Juri 2 | 49-46 |
| Juri 3 | 48-47 |
Dua juri memberikan nilai 49-46, sementara satu juri mencatat 48-47 untuk Makhachev. Angka tersebut memastikan Makhachev unggul dalam penilaian resmi, sekaligus menutup peluang Garry merebut gelar lewat keputusan.
White tetap memberikan penghargaan tinggi terhadap penampilan Makhachev. Ia menyebut sang juara sebagai petarung hebat yang pantas dibahas dalam perdebatan mengenai petarung terbaik sepanjang masa.
Ronde Terakhir yang Dipersoalkan
Kendati demikian, perhatian White tertuju pada apa yang tidak dilakukan Garry saat pertandingan mendekati akhir. Ia menilai Garry memiliki beberapa alasan untuk meningkatkan serangan, termasuk keberhasilannya menyerang tubuh sisi kanan Makhachev.
White juga melihat Garry dapat menghadapi upaya takedown dari lawannya. Selain itu, wajah Makhachev disebut telah mengalami kerusakan, yang menurut White dapat menjadi dorongan bagi penantang untuk meningkatkan tekanan.
“Ian adalah petarung berbakat, tapi seandainya saja dia punya sedikit saja naluri untuk menghabisi lawan di ronde kelima itu,” kata White selepas pertarungan, sebagaimana dikutip sport.detik.com. Pernyataan itu menekankan bahwa White tidak meragukan kemampuan Garry, melainkan mempertanyakan pilihannya pada saat paling menentukan.
White membayangkan Garry mengambil jalan yang lebih ekstrem saat keluar untuk ronde kelima. Serangan seperti lutut terbang atau upaya agresif lain, menurutnya, layak dicoba untuk mencari penyelesaian sebelum laga berakhir.
Ia menilai langkah tersebut dapat saja gagal, tetapi setidaknya memberi kesempatan nyata bagi Garry untuk mengubah jalannya pertandingan. Dalam laga perebutan gelar, White memandang keberanian mencari akhir pertarungan menjadi pembeda ketika kemenangan angka belum berada dalam jangkauan.
Kritik White tidak mengubah hasil resmi UFC 330, yaitu kemenangan Makhachev lewat keputusan mutlak. Namun, penilaiannya menempatkan ronde kelima sebagai bagian paling penting dari laga itu, karena Garry dianggap membiarkan peluang menyerang berlalu tanpa dimaksimalkan.






