Bukan Hanya Daftar, Channel YouTube Pasif Juga Berisiko Kehilangan Monetisasi

Channel YouTube yang sudah menghasilkan uang tetap harus menjaga aktivitas dan performanya agar tidak kehilangan hak monetisasi. Dalam periode 90 hari, kreator perlu memenuhi setidaknya satu jalur pemeliharaan, mulai dari penayangan hingga jumlah unggahan.

Aturan ini menegaskan bahwa status monetisasi bukan hak yang dapat dipertahankan tanpa aktivitas. Channel yang tidak mengunggah konten atau tidak mendapatkan penonton selama berbulan-bulan berisiko tidak lagi menerima pendapatan.

Tiga Pilihan untuk Menjaga Status

Kreator dapat mempertahankan statusnya melalui capaian jam tayang, performa video pendek, atau ritme unggahan. Setiap jalur menawarkan ukuran yang berbeda bagi channel dengan pola produksi konten yang tidak sama.

Jalur PemeliharaanTarget
Jam tayang1.000 jam tayang dalam setahun
Performa Shorts1 juta view YouTube Shorts dalam 90 hari
Aktivitas unggahan2 video panjang atau 5 Shorts

Seluruh kreator yang ingin tetap berada di program wajib menyetujui ketentuan baru paling lambat 31 Januari 2027. Akun yang tidak memberikan persetujuan tidak dapat memperoleh pendapatan, meski sebelumnya sudah lolos verifikasi.

YouTube disebut akan mengirimkan pemberitahuan melalui dashboard kreator. Namun, kreator tetap perlu memeriksa dashboard secara mandiri agar tidak melewatkan batas waktu persetujuan.

Pintu Masuk Baru Jauh Lebih Tinggi

Bagi kreator baru, tantangan menuju monetisasi akan meningkat mulai 1 Februari 2027. Mereka tetap membutuhkan minimal 1.000 subscriber, lalu harus memenuhi salah satu dari dua target performa yang telah dinaikkan.

PersyaratanAturan SebelumnyaAturan Baru
Subscriber1.000 subscriber1.000 subscriber
Jam tayang video panjang4.000 jam dalam 12 bulan8.000 jam dalam 12 bulan
View YouTube Shorts10 juta view dalam 90 hari20 juta view dalam 90 hari

Target jam tayang video panjang dan view YouTube Shorts masing-masing naik dua kali lipat. Bagi channel yang mengandalkan konten pendek, capaian 20 juta view dalam 90 hari menjadi hambatan yang jauh lebih besar.

Perubahan ambang pendaftaran tersebut hanya berlaku untuk kreator baru. GadgetVIVA melaporkan kreator yang telah masuk YouTube Partner Program tidak kehilangan status hanya karena standar pendaftaran berubah.

YouTube Mengejar Konsistensi Penonton

Amjad Hanif, Vice President Creator Product YouTube, menyebut ekosistem kreator berkembang pesat dalam delapan tahun terakhir. YouTube ingin memberikan nilai lebih bagi channel yang mampu membangun audiens untuk jangka panjang.

Menurut Hanif, platform tersebut ingin mendukung kreator yang membangun audiens berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan satu video yang meledak. Kebijakan ini juga terkait dengan penayangan Shorts yang dapat berubah-ubah.

Ambang yang lebih tinggi dinilai dapat mengurangi peluang monetisasi yang dikejar melalui clickbait atau spam. Kreator didorong untuk membangun katalog konten serta kebiasaan menonton yang lebih stabil.

Premium Lite dan Nilai Durasi Tonton

YouTube juga memperluas YouTube Premium Lite ke seluruh negara yang sudah mendukung YouTube Premium. Pendapatan pelanggan berbayar dibagikan kepada kreator berdasarkan waktu tonton konten mereka.

Jenis KontenPorsi Pendapatan untuk Kreator
Video panjang55%
Shorts45%

Perluasan layanan berbayar ini membuka peluang pendapatan tambahan bagi channel dengan durasi tonton yang kuat. Strategi yang menggabungkan video panjang, Shorts, dan audiens setia akan semakin relevan bagi kreator Indonesia.

Baca Juga