Permainan Terlalu Terbuka, Carragher Sebut Liverpool Pramusim seperti Basket

Jamie Carragher mengkhawatirkan kecenderungan Liverpool untuk terus menyerang dengan banyak pemain. Ia menilai pola tersebut membuat tim mudah terbuka ketika kehilangan penguasaan bola.

Kritik itu muncul setelah Liverpool menjalani lima pertandingan pramusim dengan hasil tiga kemenangan dan dua kekalahan. Produktivitas mereka terjaga, tetapi pertahanan juga menerima jumlah gol yang sama banyak.

Analogi Basket dari Carragher

Carragher melihat Liverpool terlalu sering menumpuk pemain di depan. Ketika bola direbut lawan, struktur yang dibutuhkan untuk kembali bertahan dinilai belum bekerja dengan memadai.

“Liverpool memiliki terlalu banyak pemain menyerang di lapangan; mereka hanya ingin terus merangsek maju. Hal yang sama juga terjadi pada masa pramusim Liverpool kali ini-permainannya mirip bola basket,” ujar Carragher, dikutip dari The Overlap.

Bagi Carragher, intensitas menyerang tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran permainan tim besar. Ia menganggap sebuah tim papan atas harus mampu mengendalikan fase pertandingan setelah kehilangan bola.

“Tidak ada tim papan atas yang bermain sepak bola seperti itu. Saya tidak habis pikir,” kata mantan bek The Reds tersebut. Penilaiannya berpusat pada transisi bertahan, bukan semata-mata pada hasil pramusim.

Catatan Lima Laga Uji Coba

CatatanJumlah
Pertandingan pramusim5 laga
Kemenangan3 laga
Kekalahan2 laga
Gol dan kebobolan9 gol dan 9 kebobolan

Catatan sembilan gol memperlihatkan Liverpool tetap memiliki ancaman di lini depan. Sebaliknya, sembilan kebobolan memberi sinyal bahwa risiko dari permainan agresif itu belum tertutup dengan baik.

Dalam sepak bola, transisi merupakan fase yang terjadi saat tim kehilangan atau merebut bola. Liverpool dinilai mempunyai pemain dengan naluri menyerang tinggi, tetapi membutuhkan organisasi lebih rapi untuk menghadapi serangan balik.

Ekspektasi kepada Iraola

Andoni Iraola memasuki Liverpool dengan beban pembenahan yang besar. Ia menggantikan Arne Slot, yang dipecat setelah Liverpool gagal meraih gelar dan mengakhiri musim lalu di posisi kelima Liga Inggris.

Ekspektasi terhadap Iraola menguat setelah Bournemouth finis keenam Liga Inggris pada musim sebelumnya. Ia kini diharapkan dapat menjaga ancaman ofensif Liverpool sekaligus membatasi ruang yang muncul ketika serangan tidak berhasil.

Menurut laporan Sport.detik.com, Carragher memberi perhatian khusus pada buruknya transisi Liverpool selama pramusim. Masa persiapan ini menjadi ruang bagi staf pelatih untuk menilai susunan pemain dan respons tim setelah bola hilang.

Baca Juga