BGN Buka Aduan untuk Guru, Temuan Makanan MBG Bermasalah Harus Dilaporkan

Badan Gizi Nasional membuka kanal pengaduan khusus untuk guru dan pihak sekolah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Saluran ini ditujukan untuk menerima keluhan, komplain, temuan, serta masukan yang muncul selama distribusi makanan.

Kanal tersebut memberi ruang bagi tenaga pendidik untuk menyampaikan kondisi yang mereka temukan langsung di sekolah. BGN menyatakan seluruh laporan dapat menjadi bahan evaluasi berkala guna meningkatkan kualitas layanan program.

Laporan Tidak Hanya soal Keluhan

Kepala BGN Sudaryono mengatakan persoalan terkait MBG dapat disampaikan melalui alamat email khusus yang disediakan lembaganya. Saluran itu secara khusus diperuntukkan bagi guru dan pihak sekolah.

Masukan yang diterima tidak terbatas pada keluhan atas pelaksanaan distribusi makanan. Temuan lain yang dianggap perlu mendapat perhatian dari Badan Gizi Nasional juga dapat dilaporkan.

BGN menyatakan terbuka terhadap kritik dari tenaga pendidik. Keterangan dari sekolah dipandang penting karena pelaksanaan program berlangsung langsung di hadapan peserta didik.

Guru memiliki peran sebagai penghubung antara kondisi lapangan dan pemerintah. Informasi yang disampaikan sekolah dapat membantu lembaga terkait menelusuri masalah serta menentukan langkah perbaikan.

Hidangan Diduga Bermasalah Tidak Boleh Dikonsumsi

Di tengah penguatan kanal pelaporan, BGN juga mengingatkan sekolah agar tidak membiarkan siswa mengonsumsi makanan yang diduga tidak layak. Hidangan dengan kondisi buruk atau bermasalah harus ditolak dan dikembalikan kepada dapur SPPG.

Pengembalian makanan diperlukan agar dapur dapat melakukan pemeriksaan. BGN selanjutnya akan menelusuri laporan yang berkaitan dengan dugaan ketidaksesuaian makanan tersebut.

Sudaryono mengimbau guru melakukan pemeriksaan organoleptik sebelum makanan disantap bersama peserta didik. Langkah awal ini dilakukan dengan memperhatikan kondisi makanan yang diterima di sekolah.

Jika menu dinilai tidak sesuai dengan standar kebersihan, BGN berjanji melakukan investigasi terhadap dapur SPPG terkait. Keamanan pangan ditempatkan sebagai prioritas dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Pengawasan Dimulai dari Sekolah

Guru dinilai menjadi garda awal pengawasan karena berada paling dekat dengan proses pembagian makanan. Mereka dapat membantu memastikan makanan yang diterima berada dalam kondisi pantas sebelum dibagikan kepada peserta didik.

Tindakan cepat di sekolah menjadi bagian penting dalam mencegah makanan yang tidak layak dikonsumsi. Sekolah diminta tidak menunggu persoalan berkembang sebelum menyampaikan temuan melalui saluran yang tersedia.

Seperti dilansir Detikcom, Sudaryono menyatakan BGN siap menerima kritik, masukan, dan aduan terkait MBG. Ia menilai laporan dari pendidik diperlukan untuk mendukung perbaikan kualitas layanan.

Pembekalan untuk 658.300 Pendidik

BGN juga bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperkuat pemahaman guru mengenai gizi dan keamanan makanan. Kedua lembaga memulai Program Kick-off Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru pada Rabu (12/8/2026).

Program pembekalan itu menargetkan 658.300 guru dan tenaga kependidikan. Materinya diarahkan untuk mendukung pengawasan Keamanan Pangan serta pemahaman gizi di lingkungan sekolah.

Kombinasi kanal aduan dan literasi diharapkan membuat sekolah lebih sigap menyampaikan persoalan distribusi MBG. Guru diharapkan dapat mengambil tindakan awal ketika menemukan makanan yang patut diduga tidak memenuhi kelayakan.

Baca Juga