Desain huruf baru pada logo tulisan Instagram menuai protes karena dinilai mengurangi kejelasan nama platform. Pengguna menyoroti bentuk “r” dan “s” yang dianggap mudah terbaca sebagai huruf lain.
Perdebatan ini muncul pada elemen tulisan di bagian atas aplikasi yang sering dilihat pengguna. Meski hanya berupa pembaruan wordmark, perubahan tersebut memicu beragam tafsir atas cara membaca nama Instagram.
Huruf “r” dalam rancangan baru disebut menyerupai “z” atau “u”. Sementara itu, huruf “s” dinilai memiliki bentuk yang lebih dekat dengan “a”.
| Bagian Wordmark | Bentuk yang Dipersoalkan | Tafsiran Pengguna |
|---|---|---|
| Huruf r | Dinilai kurang jelas | z atau u |
| Huruf s | Dinilai menyerupai bentuk lain | a |
Karena gabungan bentuk itu, sejumlah pengguna menuliskan pembacaan seperti “Instagzam” dan “Instagwam”. Ada pula komentar bernada sindiran yang menyebut tampilan tersebut terdengar seperti pengucapan Instagram oleh balita.
Keluhan yang berkembang menunjukkan bahwa persoalan utamanya bukan hanya perubahan gaya desain. Keterbacaan dinilai penting karena nama merek harus tetap mudah dikenali ketika muncul di antarmuka aplikasi.
Pertanyaan soal Aksesibilitas
Seorang pengguna mempertanyakan apakah tampilan baru itu telah melalui pemeriksaan aksesibilitas. Pengguna tersebut menilai logo tulisan itu hampir tidak dapat dibaca dan sulit untuk disukai.
Reaksi tersebut memperlihatkan bahwa penyegaran visual dapat dipandang berbeda oleh pengguna dan perancangnya. Desain yang dimaksudkan tampak modern belum tentu diterima sebagai bentuk yang lebih jelas oleh seluruh pengguna.
Penjelasan dari Adam Mosseri
Kepala Instagram Adam Mosseri mengatakan logo tulisan pada bagian atas aplikasi sebelumnya tidak berubah selama 10 tahun. Ia menyebut pembaruan itu dilakukan untuk menyegarkan tampilan merek.
Dalam unggahan di akun Instagramnya, Mosseri menulis, “Logo tulisan di bagian atas aplikasi belum berubah selama 10 tahun, jadi sudah saatnya untuk penyegaran.” Ia menjelaskan desain baru dibuat lebih bersih dan modern, dengan tetap mengambil rujukan dari logo asli Instagram.
Mosseri juga menekankan bahwa pembaruan tersebut mempertahankan kesederhanaan dan keahlian yang dianggap membentuk Instagram hingga kini. Namun, respons pengguna memperlihatkan bahwa tujuan penyegaran itu belum sepenuhnya sejalan dengan persepsi publik mengenai kejelasan bentuk huruf.
Ikon Kamera Tidak Berubah
Pembaruan tidak berlaku pada ikon kamera berwarna-warni yang selama ini menjadi identitas visual utama Instagram. Ikon tersebut tetap digunakan tanpa perubahan, sehingga perdebatan hanya berpusat pada Logo Instagram berbentuk tulisan.
Sejumlah pengguna juga meminta platform lebih memprioritaskan fitur penyaringan konten buatan AI dan penanganan akun bot. Menurut laporan Beritasatu.com, pembaruan wordmark ini merupakan perubahan pertama dalam satu dekade.






