Pembelian besar oleh bank sentral global diperkirakan tetap menjadi fondasi harga emas pada 2026. UBS menilai dukungan permintaan ini dapat membantu emas mendekati US$ 5.000 per ons troi pada semester I-2027.
Pada kuartal II-2026, akuisisi emas oleh bank sentral tercatat sekitar 289 ton. Untuk keseluruhan 2026, pembeliannya diproyeksikan berada dalam rentang 750 hingga 1.000 ton.
Permintaan Tidak Hanya Datang dari Ritel
Permintaan emas saat ini tidak semata didorong investor ritel atau transaksi jangka pendek. Investor institusional dari China serta aliran dana ke ETF berbasis emas ikut memperkuat minat pasar.
Arus pembelian tersebut menjadi penting ketika konsumsi emas dari sektor perhiasan melemah. Volume akumulasi bank sentral dipandang cukup besar untuk tetap menopang fundamental pasar.
| Sumber Dukungan | Perkembangan | Arti bagi Pasar |
|---|---|---|
| Bank sentral | 289 ton pada kuartal II-2026 | Menjadi fondasi permintaan global |
| Bank sentral | Proyeksi 750-1.000 ton sepanjang 2026 | Menjaga fundamental saat permintaan perhiasan melemah |
| Investor institusional dan ETF | Partisipasi investor China dan dana ETF meningkat | Memperkuat minat beli pasar |
Dolar dan Imbal Hasil Menjadi Penentu
Prospek penguatan emas juga terkait kemungkinan turunnya suku bunga riil di AS. UBS memperkirakan inflasi AS akan melandai secara moderat, sehingga The Fed berpeluang menahan bunga sepanjang 2026 sebelum melonggarkannya pada 2027.
Jika pemangkasan suku bunga terwujud, imbal hasil riil dapat turun dan dolar AS berisiko melemah. Situasi tersebut biasanya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Tekanan terhadap dolar juga dipandang bersifat struktural karena defisit fiskal dan eksternal AS yang tinggi. Pelaku pasar dapat melihat emas sebagai sarana diversifikasi ketika mempertimbangkan risiko nilai tukar dan kebijakan ekonomi negara besar.
Langkah koordinasi pemerintah AS dan Jepang untuk menstabilkan kurs yen turut menjadi sentimen pendukung. Kebijakan itu dinilai dapat menekan potensi aksi jual obligasi Treasury AS, yang pada akhirnya memberi dukungan tambahan bagi emas.
Harga Telah Menembus Area Penting
Harga emas telah menembus resistensi US$ 4.250 per ons troi untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir. Pergerakan itu menandakan harga keluar dari rentang perdagangan US$ 100 dan minat beli masih terjaga.
Meski demikian, UBS tetap mengingatkan adanya risiko koreksi dalam jangka pendek. Data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan dapat mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Lonjakan harga minyak yang kembali mendorong inflasi juga dapat menjadi hambatan bagi kenaikan emas. Risiko serupa muncul jika The Fed memberi sinyal hawkish sehingga imbal hasil aset AS kembali lebih menarik.
Dalam skenario penyesuaian, area US$ 4.000 per ons troi atau lebih rendah dipandang sebagai titik masuk yang strategis. Penilaian tersebut tetap perlu dilihat dalam konteks prospek jangka panjang menuju 2027, bukan sebagai kepastian arah harga harian.






