Pemerintah membedakan secara tegas pelajaran wajib dan pengenalan bahasa asing di sekolah dasar mulai 2027. Hanya Bahasa Inggris yang dipastikan wajib bagi murid kelas tiga SD, sedangkan bahasa lain bersifat pengenalan.
Perbedaan status ini penting karena daftar bahasa asing yang diarahkan untuk dikenalkan sejak pendidikan dasar cukup luas. Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, dan Prancis tidak direncanakan menjadi mata pelajaran wajib seperti Bahasa Inggris.
Bahasa Inggris Menjadi Prioritas
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memastikan kebijakan wajib Bahasa Inggris akan diterapkan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, mata pelajaran tersebut masih berstatus pilihan di tingkat SD.
Penerapan pada 2027 membuat pengenalan Bahasa Inggris dimulai lebih awal dibanding ketentuan yang sudah berjalan di SMP dan SMA. Di dua jenjang tersebut, Bahasa Inggris telah menjadi pelajaran wajib.
| Jenjang Pendidikan | Status Bahasa Inggris | Penerapan |
|---|---|---|
| SD | Akan wajib | Kelas tiga mulai 2027 |
| SMP | Wajib | Sudah berlaku |
| SMA | Wajib | Sudah berlaku |
Abdul Mu’ti menyatakan bahasa selain Inggris akan diberikan dalam bentuk pengenalan. “Yang bahasa yang lainnya itu nanti sifatnya pengenalan aja,” ujar Abdul Mu’ti.
Pernyataan itu menegaskan bahwa perluasan bahasa asing di SD tidak berarti seluruhnya masuk sebagai beban pelajaran wajib. Bahasa Inggris ditempatkan sebagai bahasa asing yang diprioritaskan dalam pembelajaran formal.
Arahan untuk Mengenalkan Banyak Bahasa
Dalam Sidang Tahunan MPR RI, Prabowo menyebut sejumlah bahasa yang akan diperkenalkan sejak pendidikan dasar. Daftar tersebut mencakup Bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, dan Prancis.
Prabowo memandang anak berusia di bawah 11 hingga 12 tahun lebih cepat mempelajari bahasa asing. Kemampuan itu diharapkan memperluas akses siswa terhadap pendidikan yang lebih baik serta meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja.
“Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau masuk, kalau sudah mencari lapangan kerja, mereka punya kemampuan lebih,” ujar Prabowo. Ia juga menyebut kemampuan bahasa dapat membantu mereka bekerja dengan pihak mana pun.
Dukungan Pengajar dan Peran Sekolah
Pemerintah disebut mendapat dukungan dari beberapa negara berupa tenaga pengajar untuk membantu pengenalan bahasa asing sesuai negara asalnya. Dukungan ini diharapkan memperkuat kemampuan bahasa dan menambah wawasan siswa.
Di jenjang pendidikan lebih tinggi, sejumlah sekolah telah mengajarkan bahasa asing lain seperti Mandarin dan Korea. Kondisi itu menunjukkan pengenalan di SD dapat menjadi pelengkap sebelum siswa melanjutkan pembelajaran pada tahap berikutnya.
Investor Daily melaporkan bahasa asing selain Inggris tetap diposisikan sebagai pelengkap di SD. Bagi sekolah, kebijakan pendidikan 2027 tersebut berarti fokus utama berada pada pelaksanaan Bahasa Inggris wajib untuk murid kelas tiga.
Perubahan status ini membuat kelas 3 SD menjadi titik awal baru pembelajaran bahasa asing yang diwajibkan secara formal. Sementara itu, bahasa lain tetap berada dalam ruang pengenalan sesuai arahan pemerintah.






