PT Bach Multi Global Tbk. atau BACH menjadi nama terbaru yang masuk ke sektor Perindustrian Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026. Pencatatan perdana tersebut membuat jumlah perusahaan di sektor ini menjadi 66 emiten berdasarkan data BEI per 14 Agustus 2026.
Meski memiliki penghuni baru, peta kapitalisasi sektor ini masih sangat didominasi PT Astra International Tbk. atau ASII. Nilai pasar ASII mencapai Rp193,51 triliun, menempatkannya jauh di atas emiten lain dalam kelompok yang sama.
Pendatang Baru dengan Tiga Lini Usaha
BACH masuk ke bursa melalui penawaran umum perdana sebanyak 615 juta saham. Perusahaan ini menjalankan bisnis penjualan dan penyewaan genset, jasa konstruksi, serta pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.
Masuknya BACH menambah variasi usaha di sektor Perindustrian. Sektor dalam klasifikasi IDX-IC ini menghimpun perusahaan penyedia barang dan jasa untuk kebutuhan industri, bukan yang terutama ditujukan kepada konsumen akhir.
Cakupan kegiatannya luas, mulai dari produk bangunan hingga kabel dan peralatan kelistrikan. Sektor ini juga mencakup mesin, barang kedirgantaraan dan pertahanan, serta jasa komersial dan profesional.
ASII Memegang Jarak Kapitalisasi Terlebar
Data yang dihimpun market.bisnis.com menunjukkan UNTR berada di bawah ASII dengan kapitalisasi Rp86,82 triliun. IMPC menyusul pada peringkat ketiga dengan nilai pasar Rp77,14 triliun.
| Emiten | Kapitalisasi Pasar | Keterangan |
|---|---|---|
| ASII | Rp193,51 triliun | Terbesar di sektor |
| UNTR | Rp86,82 triliun | Peringkat kedua |
| IMPC | Rp77,14 triliun | Peringkat ketiga |
| BNBR | Rp26,60 triliun | Peringkat keempat |
| SINI | Rp8,45 triliun | Peringkat kelima |
PT Bakrie & Brothers Tbk. atau BNBR mencatatkan kapitalisasi Rp26,60 triliun. PT Singaraja Putra Tbk. atau SINI berada setelahnya dengan kapitalisasi Rp8,45 triliun.
Mayoritas Berada di Papan Pengembangan
Dari 66 emiten, sebanyak 36 perusahaan tercatat di papan pengembangan. Papan utama dan papan pemantauan khusus masing-masing dihuni 14 emiten, sementara papan akselerasi memiliki dua perusahaan.
Jumlah saham beredar tidak selalu sejalan dengan nilai kapitalisasi pasar. BNBR memiliki jumlah saham terbesar sebanyak 263,34 miliar lembar, diikuti BHIT 86,07 miliar lembar dan IMPC 54,91 miliar lembar.
ASII memiliki 40,48 miliar saham beredar, sedangkan KIAS memiliki 14,93 miliar saham. Angka tersebut menggambarkan perbedaan struktur permodalan di antara perusahaan-perusahaan sektor Perindustrian.
SCCO menjadi emiten paling lama tercatat dalam daftar sektor ini karena telah melantai sejak 20 Juli 1982. Daftar emiten dapat berubah apabila BEI melakukan evaluasi dan pembaruan klasifikasi IDX-IC secara berkala.






