Australia masuk daftar 20 negara atau wilayah dengan proporsi populasi ateis tertinggi di dunia. Negara tersebut berada di urutan ke-18 dengan angka 28,6 persen, sama seperti Belarus.
Puncak daftar ditempati Republik Ceko dengan 78,4 persen, sedangkan Korea Utara mengikuti di posisi kedua dengan 71,3 persen. Jarak antara dua negara teratas itu mencapai 7,1 poin persentase.
Ringkasan Posisi Australia dan Negara Lain
| Posisi | Negara atau Wilayah | Persentase |
|---|---|---|
| 1 | Republik Ceko | 78,4 persen |
| 2 | Korea Utara | 71,3 persen |
| 3 | Estonia | 60,2 persen |
| 4 | Jepang | 60 persen |
| 5 | Hong Kong | 54,7 persen |
| 6 | China | 51,8 persen |
| 7 | Korea Selatan | 46,6 persen |
| 8 | Latvia | 45,3 persen |
| 9 | Belanda | 44,3 persen |
| 10 | Uruguay | 41,5 persen |
| 11 | Selandia Baru | 39,6 persen |
| 12 | Mongolia | 36,5 persen |
| 13 | Prancis | 31,9 persen |
| 14 | Britania Raya dan Irlandia Utara | 31,2 persen |
| 15 | Belgia | 31 persen |
| 16 | Vietnam | 29,9 persen |
| 17 | Swedia | 29 persen |
| 18 | Australia | 28,6 persen |
| 19 | Belarus | 28,6 persen |
| 20 | Luksemburg | 26,7 persen |
Daftar ini menggunakan data Pew Research Center yang dipublikasikan pada 2022. Penggunaan istilah ateis mengikuti cara data tersebut disajikan dan tidak sepenuhnya sama dengan kategori penduduk tanpa afiliasi agama.
Dalam survei Pew Research Center yang dirilis pada 2025, sekitar 24,2 persen populasi dunia tercatat tidak berafiliasi dengan agama. Proporsi itu naik dibandingkan sekitar 23 persen pada 2010.
1. Republik Ceko
Republik Ceko berada di posisi pertama dengan 78,4 persen. Angka ini merupakan yang tertinggi dari seluruh entri dalam daftar.
2. Korea Utara
Korea Utara mencatat 71,3 persen pada posisi kedua. Persentasenya masih berada di atas 70 persen.
3. Estonia
Estonia menempati urutan ketiga dengan 60,2 persen. Negara ini melewati batas 60 persen dengan selisih tipis.
4. Jepang
Jepang berada di peringkat keempat dengan 60 persen. Jepang menjadi salah satu negara Asia dengan posisi tertinggi.
5. Hong Kong
Hong Kong mencatat angka 54,7 persen di urutan kelima. Persentasenya masih lebih dari separuh populasi dalam daftar.
6. China
China berada di posisi keenam dengan 51,8 persen. Negara ini menjadi entri Asia ketiga di dalam enam besar.
7. Korea Selatan
Korea Selatan menempati urutan ketujuh dengan 46,6 persen. Angkanya lebih tinggi daripada Latvia di posisi kedelapan.
8. Latvia
Latvia mencatat proporsi 45,3 persen. Selisihnya dengan Korea Selatan adalah 1,3 poin persentase.
9. Belanda
Belanda berada di posisi kesembilan dengan 44,3 persen. Negara ini termasuk entri Eropa yang melampaui 40 persen.
10. Uruguay
Uruguay menutup 10 besar dengan angka 41,5 persen. Posisinya berada di atas Selandia Baru yang mencatat 39,6 persen.
11. Selandia Baru
Selandia Baru berada di urutan ke-11 dengan 39,6 persen. Angka itu terpaut 1,9 poin persentase dari Uruguay.
12. Mongolia
Mongolia mencatat 36,5 persen pada peringkat ke-12. Nilainya lebih tinggi daripada Prancis yang berada setelahnya.
13. Prancis
Prancis berada di posisi ke-13 dengan 31,9 persen. Negara ini memimpin kelompok entri dengan persentase 30 persen.
14. Britania Raya dan Irlandia Utara
Britania Raya dan Irlandia Utara mencatat 31,2 persen. Angkanya terpaut 0,7 poin persentase dari Prancis.
15. Belgia
Belgia berada di urutan ke-15 dengan 31 persen. Selisihnya dari posisi sebelumnya hanya 0,2 poin persentase.
16. Vietnam
Vietnam menempati posisi ke-16 dengan 29,9 persen. Negara ini berada tepat di bawah kelompok persentase 30 persen.
17. Swedia
Swedia tercatat di peringkat ke-17 dengan 29 persen. Angka tersebut lebih rendah 0,9 poin persentase dari Vietnam.
18. Australia
Australia mencatat 28,6 persen dan berada pada urutan ke-18. Posisi ini membuatnya masuk bagian bawah 20 besar.
19. Belarus
Belarus juga memiliki persentase 28,6 persen. Negara ini tercantum setelah Australia meski nilainya sama.
20. Luksemburg
Luksemburg berada di posisi terakhir dengan 26,7 persen. Rentang dari posisi pertama hingga terakhir mencapai 51,7 poin persentase.
Pendidikan, perkembangan sains dan teknologi, serta perubahan sosial sering dikaitkan dengan bertambahnya kelompok tanpa afiliasi agama. Sekularisasi juga membuat peran agama dalam kehidupan sosial dan institusi publik berbeda-beda di setiap negara.






