Rancangan anggaran pendidikan 2027 tidak hanya mengandalkan bantuan bagi siswa dan mahasiswa. Pemerintah juga memasukkan renovasi ribuan sekolah, pembangunan satuan pendidikan baru, biaya operasional, dan tunjangan bagi guru dalam alokasi Rp820,9 triliun.
Fasilitas pendidikan menjadi salah satu bidang yang mendapat porsi perhatian melalui rencana renovasi 12.215 satuan pendidikan. Cakupannya meliputi sekolah dan madrasah di berbagai daerah Indonesia.
Sekolah baru dan perbaikan fasilitas
Pemerintah merencanakan pembangunan tujuh Sekolah Unggul Garuda serta 100 Sekolah Rakyat pada 2027. Dukungan operasional juga akan diberikan kepada 166 Sekolah Rakyat yang disiapkan dalam program tersebut.
Sekolah Unggul Garuda dan Sekolah Rakyat termasuk prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Rencana pembangunan dan renovasi itu melengkapi kebutuhan pendidikan yang tidak dapat dipenuhi hanya melalui bantuan tunai kepada peserta didik.
Anggaran tersebut turut dikaitkan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis untuk 60,6 juta penerima manfaat. Dukungan makan bergizi menjadi bagian dari rangkaian kebijakan yang menyentuh kebutuhan peserta didik.
Guru masuk dalam prioritas belanja
Pemerintah mengalokasikan Tunjangan Profesi Guru sebesar Rp2 juta per bulan bagi 1,3 juta guru non-ASN. Tunjangan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan bagi tenaga pendidik dalam rancangan belanja pendidikan tahun depan.
Selain guru non-ASN, terdapat 1,7 juta guru ASN di daerah yang akan menerima Tunjangan Profesi Guru. Tambahan penghasilan juga disiapkan bagi 20,7 ribu guru ASN di daerah.
Di tingkat satuan pendidikan, Dana BOS ditujukan untuk 54,2 juta siswa. BOP PAUD juga dialokasikan bagi 6,3 juta peserta didik untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.
| Alokasi | Penerima atau Sasaran | Jumlah |
|---|---|---|
| Dana BOS | Siswa | 54,2 juta siswa |
| BOP PAUD | Peserta didik PAUD | 6,3 juta peserta didik |
| Tunjangan Profesi Guru | Guru non-ASN | 1,3 juta guru |
| Tunjangan Profesi Guru | Guru ASN di daerah | 1,7 juta guru |
Bantuan untuk siswa dan mahasiswa
Program Indonesia Pintar ditargetkan menjangkau 22,1 juta siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin. Pemerintah juga menyiapkan KIP Kuliah bagi 1,1 juta mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Dua program tersebut diarahkan untuk membuka akses pendidikan dan mendukung pemerataan kualitas pendidikan. Bantuan itu mencakup kelanjutan pendidikan dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi.
Nilai anggaran pendidikan dalam RAPBN 2027 meningkat dari Rp720,8 triliun pada 2026 menjadi Rp820,9 triliun. Pemerintah tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas dengan alokasi sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN sesuai amanat UUD 1945.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan arah belanja itu dalam konferensi pers RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. “Sesuai dengan UUD 1945, negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional,” kata Purbaya.
Rancangan belanja tersebut memperlihatkan cakupan penerima yang luas, mulai dari peserta didik PAUD sampai mahasiswa serta tenaga pendidik. Pemerintah juga menggabungkan dukungan langsung dengan pembenahan fasilitas dan penguatan operasional satuan pendidikan.






