Ancaman utama aktivitas Gunung Merapi tidak hanya berada di sekitar puncak, melainkan juga di alur sungai yang berhulu di lerengnya. Potensi guguran lava dan awan panas dapat menjangkau Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer pada sektor selatan sampai barat daya.
Sungai Boyong berpotensi terdampak sampai 5 kilometer, sedangkan Sungai Woro dan Sungai Gendol di sektor tenggara masing-masing hingga 3 kilometer dan 5 kilometer. Lontaran material eksplosif dari puncak juga masih berpotensi mencapai radius 3 kilometer.
Warga dan Wisatawan Diminta Waspada
Polsubsektor Kaliurang Polresta Sleman melakukan patroli pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada 11 Agustus 2026 pukul 21.00 WIB. Polresta Sleman mengingatkan warga serta wisatawan di lereng gunung untuk mewaspadai lahar dingin, awan panas, dan sebaran abu vulkanik.
Status Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Kondisi itu dipertahankan karena suplai magma dari dalam bumi masih berlangsung dan dapat memicu guguran lava maupun awan panas di kawasan bahaya.
| Wilayah Potensi | Alur Sungai | Jangkauan |
|---|---|---|
| Selatan–barat daya | Boyong | 5 kilometer |
| Selatan–barat daya | Bedog, Krasak, Bebeng | 7 kilometer |
| Tenggara | Woro | 3 kilometer |
| Tenggara | Gendol | 5 kilometer |
Luncuran Lava Mencapai 1.900 Meter
Pada periode pengamatan 15–16 Agustus 2026, guguran lava teramati meluncur hingga 1.900 meter. Arah luncurannya menuju hulu Kali Sat/Putih dan Kali Krasak.
Aktivitas kegempaan pada 16 Agustus didominasi gempa guguran dan gempa hybrid, menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi. Jumlah keduanya bertambah saat pengamatan bergeser dari pagi menuju siang dan sore hari.
| Waktu Pengamatan | Guguran | Hybrid | Tektonik Jauh |
|---|---|---|---|
| 06.00–12.00 WIB | 21 kali | 12 kali | – |
| 12.00–18.00 WIB | 23 kali | 16 kali | 3 kali |
Sehari sebelumnya, 15 Agustus 2026, Merapi mengalami 82 gempa guguran dan 91 gempa hybrid. Catatan lain pada hari itu terdiri atas 25 gempa vulkanik dangkal dan sembilan gempa tektonik jauh.
Catatan Sepekan dan Kubah Lava
Dalam rentang 7–13 Agustus 2026, tercatat 1.205 gempa serta empat kali awan panas guguran. Jarak luncur maksimum awan panas mencapai 2.000 meter ke hulu Kali Boyong dan Kali Sat/Putih.
Rincian kegempaan sepekan itu meliputi 620 gempa guguran, 518 gempa fase banyak, 49 gempa vulkanik dangkal, dan 14 gempa tektonik. Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santosa menyebut intensitas kegempaan selama periode tersebut lebih rendah daripada minggu sebelumnya.
“Intensitas kegempaan pada periode pengamatan ini lebih rendah dibandingkan dengan intensitas kegempaan pada minggu sebelumnya,” kata Agus Budi Santosa. Namun, perubahan intensitas itu belum mengubah status Siaga yang berlaku untuk Merapi.
Per 1 Agustus 2026, volume Kubah Lava Barat Daya tercatat mencapai 4.039.600 meter kubik. Volume Kubah Tengah berada pada angka 2.369.400 meter kubik.






