Albacete BP memasuki laga pembuka musim dengan masalah besar karena tujuh pemainnya berada dalam daftar cedera. Kondisi itu memaksa Alberto González membawa empat pemain tim junior untuk bertandang ke markas Las Palmas.
Fabio, Velilla, Tomás Inglés, dan Diego dipanggil untuk membantu memenuhi kebutuhan skuad. Ujian mereka datang pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 20.30 waktu setempat di Stadion Gran Canaria.
Situasi tersebut memberi Las Palmas peluang untuk memulai LALIGA HYPERMOTION 2026/27 dengan hasil positif. Namun, tuan rumah juga tidak sepenuhnya utuh karena lima pemain belum berada dalam kondisi siap tampil.
Kedua Tim Membawa Daftar Masalah
| Tim | Pemain Absen atau Diragukan | Situasi |
|---|---|---|
| Albacete BP | Agus, Higinio, Víctor Valverde, Puertas, Pacheco, Capi, Javi Villar | Cedera |
| UD Las Palmas | Viti, Recoba, Sandro, Ale García, Enrique Clemente | Pemulihan kebugaran dan cedera lutut |
Viti, Recoba, Sandro, dan Ale García masih memulihkan kebugaran sejak musim lalu. Enrique Clemente mengalami cedera lutut selama pramusim, sedangkan Jesé Rodríguez diperkirakan memulai laga dari bangku cadangan karena belum mencapai kondisi terbaik.
Alberto González mengakui timnya menghadapi tantangan berat di Kepulauan Canary. Meski demikian, ia menyambut musim baru dengan keyakinan dan memandang Las Palmas sebagai lawan kuat pada pekan pertama.
“Kami tidak bisa bersaing dalam hal anggaran dengan banyak tim, tetapi saya percaya bahwa mempertahankan ide dan pemain sering kali dapat menyetarakan kekuatan antar tim,” ujar Alberto González. Gagasan tersebut akan langsung diuji ketika Albacete menghadapi tim yang memiliki riwayat kandang dominan dalam duel ini.
Las Palmas Memulai Era Baru
Pertandingan ini menjadi laga resmi pertama Rubén de la Barrera sebagai pelatih Las Palmas. Ia mendapat tugas membawa Amarillos kembali ke kasta tertinggi setelah tim mengoleksi 73 poin musim lalu, tetapi tetap gagal promosi.
Perubahan paling jelas terjadi di pertahanan setelah Sergio Barcia dan Mika Mármol meninggalkan tim. Opoku serta Bonfanti dipersiapkan sebagai opsi untuk mengisi kekosongan tersebut.
Álex Suárez, Herzog, dan Rafa Cruz juga berpeluang mengambil peran sejak awal kompetisi. Jika dimainkan, Rafa Cruz dapat tercatat sebagai pemain termuda ketiga yang pernah membela Las Palmas, di belakang Pedri dan Omar Fleitas.
Manu Fuster dan Jefté Betancor menjadi pilihan di lini depan yang memiliki kaitan dengan Albacete karena pernah memperkuat klub tersebut. Jefté berpeluang menjadi debutan tertua Las Palmas apabila tampil pada usia 33 tahun, 1 bulan, dan 10 hari.
Rekor Gran Canaria Menguntungkan Tuan Rumah
Las Palmas memenangi 14 dari 19 laga kandang melawan Albacete. Tiga pertandingan lain berakhir imbang, sementara Albacete hanya membawa pulang dua kemenangan dari pertemuan di kandang lawan itu.
Catatan tersebut membuat Las Palmas memegang modal penting, walau tidak menghapus tantangan akibat absensi pemain. De la Barrera harus menemukan keseimbangan antara memanfaatkan keunggulan kandang dan menjaga pemain yang belum sepenuhnya pulih.
Kirian Rodríguez meminta timnya membangun langkah secara bertahap sejak pertandingan pembuka. “Tim harus mulai secara bertahap, dengan sensasi yang baik, meraih poin, dan mencapai 50 poin secepat mungkin,” kata Kirian.
De la Barrera juga menyampaikan ambisinya untuk mengawali musim dengan kemenangan. “Saya berharap dan bersemangat untuk memainkan pertandingan yang hebat dan meraih kemenangan,” ujarnya.
Laga ini mempertemukan Albacete yang berusaha mengatasi krisis pemain dengan Las Palmas yang sedang membangun fondasi di bawah pelatih baru. Keduanya membutuhkan hasil positif untuk menumbuhkan keyakinan pada awal musim yang panjang.






