Air dilaporkan mulai masuk ke feri di Danau Kariba tidak lama setelah pelayaran dimulai. Saat ombak menguat dalam cuaca buruk, kapal itu akhirnya terbalik dan sedikitnya 72 orang meninggal.
Seorang perempuan yang selamat mengatakan penumpang telah meminta agar kapal kembali ke tepian danau. Namun perjalanan tetap berlanjut ketika kondisi di dalam kapal semakin mengkhawatirkan.
Kesaksian penyintas sebelum feri terbalik
Kesaksian penumpang tersebut dikutip AFP dalam laporan mengenai kecelakaan di Zimbabwe. Ia menyatakan para penumpang juga meminta pengemudi menghubungi kapten, tetapi permintaan itu ditolak.
“Kami terus melanjutkan perjalanan meski ada air di dalam kapal, sementara ombak semakin kuat dan mengguncang kapal,” kata penumpang tersebut. Kapal milik Badan Pengembangan Infrastruktur Pedesaan atau RIDA itu berangkat dari pelabuhan Kariba pada 11 Agustus 2026.
Feri tersebut diduga menghadapi gelombang tinggi saat cuaca memburuk di Danau Kariba. Situasi itu menjadi lebih berisiko karena jumlah orang di atas kapal melampaui kapasitas resmi.
Penumpang jauh melampaui kapasitas
Kapal RIDA hanya diizinkan mengangkut 90 orang, tetapi membawa sekitar 153 penumpang. Dengan demikian, jumlah penumpang berada sekitar 63 orang di atas kapasitas resmi kapal.
| Data perjalanan | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Kapasitas resmi kapal | 90 orang | Batas angkut yang diperbolehkan |
| Penumpang saat berlayar | Sekitar 153 orang | Berangkat dari pelabuhan Kariba |
| Penyintas | 77 orang | Dievakuasi ke pulau terdekat |
Operasi penyelamatan segera dilakukan setelah kapal terbalik. Militer, penyelam kepolisian, dan nelayan lokal terlibat dalam pencarian korban di danau.
Sebanyak 77 orang berhasil diselamatkan dan sempat dievakuasi ke pulau terdekat. Mereka kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan di Kota Kariba untuk mendapat penanganan.
Angka kematian terus diperbarui
ZRP masih melakukan pencarian dan identifikasi terhadap korban kecelakaan tersebut. Pada larut malam 15 Agustus 2026, tiga jenazah tambahan ditemukan sehingga jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 72 orang.
Pembaruan korban sebelumnya menunjukkan 44 orang meninggal pada 12 Agustus 2026. Pada 15 Agustus 2026, jumlah yang dilaporkan mencapai 68 orang setelah 22 jenazah kembali ditemukan.
| Waktu | Korban tewas | Perkembangan |
|---|---|---|
| 12 Agustus 2026 | 44 orang | Data awal dari ZRP |
| 15 Agustus 2026 | 68 orang | Temuan 22 jenazah |
| Larut malam 15 Agustus 2026 | 72 orang | Temuan tiga jenazah tambahan |
Di antara korban meninggal terdapat kapten kapal berusia 59 tahun, Sign Patsikadova. ZBC melaporkan sedikitnya 18 anak-anak turut meninggal dalam tragedi tersebut.
Sebanyak 16 anak yang meninggal disebut berusia di bawah 10 tahun. Wendy Ndandarika yang berusia satu tahun juga termasuk dalam daftar korban.
Pemerintah Zimbabwe menetapkan peristiwa itu sebagai bencana nasional pada 12 Agustus 2026. Bantuan pangan disalurkan kepada keluarga korban, sementara pencarian dan identifikasi masih berlanjut.






