Dari Seleksi Daerah ke Grahadi, 76 Pelajar Jatim Siap Jalankan Tugas Kenegaraan

Perjalanan dari seleksi sekolah hingga tingkat provinsi membawa 76 pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Mereka kini resmi menjadi anggota Paskibraka Jawa Timur Tahun 2026 dan bersiap menjalankan tugas kenegaraan pada HUT ke-81 RI.

Para anggota akan mengibarkan Bendera Merah Putih pada pagi hari serta menurunkannya pada sore hari, Senin, 17 Agustus 2026. Penugasan itu menjadi tahap akhir setelah mereka menjalani seleksi dan pembinaan untuk mewakili daerah masing-masing.

Rangkaian Pengukuhan dan Penugasan

InformasiRincian
Anggota yang dikukuhkan76 orang
Tempat pengukuhanHalaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya
Tanggal pengukuhan16 Agustus 2026
Jadwal tugas17 Agustus 2026

Pengukuhan berlangsung pada Minggu sore, 16 Agustus, di Halaman Gedung Negara Grahadi. Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Adhy Karyono, serta jajaran Forkopimda Jawa Timur.

Komandan Upacara Pengukuhan dijalankan oleh Sandya Dewi Janitra. Siswi SMAN 2 Taruna Pamong Praja Bojonegoro itu merupakan salah satu pelajar yang berhasil menembus seleksi hingga tingkat provinsi.

Sandya menyampaikan bahwa dari tingkat kabupaten, lima peserta terbaik kembali dikirim untuk mengikuti seleksi berikutnya. Tahapan itu menentukan satu pasang anggota yang berhak bergabung dalam Paskibraka Provinsi Jawa Timur.

“Saya tidak menyangka bisa masuk anggota Paskibraka Provinsi Jawa Timur,” ujar Sandya. Ia berharap memperoleh kelancaran saat bertugas dan dapat menunjukkan penampilan terbaik pada peringatan kemerdekaan.

Amanah yang Melampaui Seremoni

Khofifah menilai posisi pasukan pengibar bendera memiliki tanggung jawab istimewa karena seluruh gerakan mereka menjadi pusat perhatian dalam upacara. Karena itu, ia meminta anggota menjaga disiplin, konsentrasi, dan kekompakan sepanjang pelaksanaan tugas.

Menurut Khofifah, tugas mengibarkan maupun menurunkan Bendera Pusaka tidak berhenti sebagai rangkaian seremonial. Ia meminta para anggota menjadikan penugasan tersebut sebagai sarana menanamkan dan memperkokoh komitmen terhadap NKRI.

“Sore hari ini saudara akan bersiap untuk melakukan tugas mulia pengibaran Bendera Pusaka sekaligus proses penurunan besok sore,” kata Khofifah. “Ini bukanlah seremoni semata, melainkan upaya menanamkan dan menguatkan komitmen kita terhadap NKRI.”

Doa Mengiringi Persiapan

Persiapan anggota Paskibraka Jatim mencakup pelatihan teknis serta pendampingan oleh pelatih profesional. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan dukungan moril agar para pelajar dapat menjalankan tugas dengan tenang dan percaya diri.

Menurut Mediaindonesia.com, dukungan spiritual dilakukan melalui istighosah dan pembacaan Surat Yasin bersama hafiz-hafizah pada Sabtu malam, 15 Agustus. Rangkaian itu berlanjut dengan doa bersama anak yatim pada Minggu, 16 Agustus.

“Kami memberseiringi tugas mulia saudara dengan doa,” ujar Khofifah. Ia berharap dukungan tersebut menjaga ketenangan anggota ketika mengemban amanah di hadapan peserta upacara.

Pengukuhan di Grahadi menandai kesiapan 76 anggota memasuki tugas puncak pada peringatan kemerdekaan. Mereka membawa tanggung jawab untuk menjalankan formasi pengibaran dan penurunan bendera sekaligus menjaga kehormatan penugasan Paskibraka tingkat Jawa Timur.

Baca Juga