Perjuangan setelah kemerdekaan menjadi benang merah dalam pesan sejumlah tokoh bangsa. Kumpulan 30 kutipan ini mengajak masyarakat melihat kemerdekaan sebagai jalan menuju kesejahteraan, martabat, dan kemajuan.
Pesan tersebut relevan dipakai dalam peringatan HUT RI karena memuat dorongan untuk bersatu dan memberi manfaat. Kutipan yang dihimpun CNNIndonesia.com juga memperlihatkan perhatian besar para tokoh terhadap peran rakyat dan pemuda.
30 Kutipan tentang Semangat Kemerdekaan
1. Ir. Soekarno
“Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.”
2. Mohammad Hatta
“Kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, tapi awal dari perjuangan yang baru.”
3. Ki Hajar Dewantara
“Kita harus bersatu, karena hanya dengan persatuan kita bisa mencapai kemerdekaan dan kemajuan.”
4. Mohammad Hatta
“Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita.”
5. Bung Tomo
“Kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan. Perjuangan yang sesungguhnya adalah menjaga dan memajukan negeri ini.”
6. Ir. Soekarno
“Bangsa yang percaya kepada kekuatan dirinya sendiri sebagai suatu bangsa, tidak akan berdiri sebagai bangsa merdeka.”
7. Mohammad Hatta
“Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta, tapi akan bercahaya karena lilin-lilin di desa.”
8. Sutan Syahrir
“Kemerdekaan nasional bukan pencapaian akhir, tapi rakyat bebas berkarya adalah pencapaian puncaknya.”
9. Tan Malaka
“Kemerdekaan adalah hak semua bangsa, dan kita harus berdiri bersama-sama untuk menjaganya.”
10. Mohammad Hatta
“Apa pun yang membuatmu takut, hadapilah dengan berani.”
Kemerdekaan Indonesia dalam kutipan-kutipan ini tidak dipisahkan dari keberanian menghadapi tantangan. Sejumlah tokoh juga mengingatkan bahwa kemajuan hanya dapat dicapai melalui kerja bersama.
11. Ir. Soekarno
“Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita”.
12. Ki Hajar Dewantara
“Hargailah kemerdekaanmu dengan menjadikan dirimu seorang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.”
13. Sutan Syahrir
“Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan.”
14. Ir. Soekarno
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”
15. R.A. Kartini
“Kemerdekaan adalah hak dasar manusia. Setiap orang berhak untuk hidup dalam kebebasan dan martabat.”
16. Mohammad Hatta
“Badan orang bisa dirantai, tetapi semangat merdeka tidak dapat diikat.”
17. Jenderal Sudirman
“Kemerdekaan bukanlah sekedar memiliki negara dan pemerintahan sendiri, tetapi memiliki harga diri dan kemampuan untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan.”
18. Tan Malaka
“Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.”
19. Soekarno
“Merdeka tidaklah datang dengan mudah. Merdeka adalah suatu perjuangan yang harus kita perjuangkan setiap hari, setiap jam, setiap menit, dan setiap detik, sampai akhir hayat kita, dan dengan satu pukulan terakhir, kita akan berteriak: Merdeka!”
20. Ir. Soekarno
“Kita tidak harus hanya mencintai tanah air, kita harus mampu mengabdi dan berkorban untuk tanah air.”
Kemerdekaan sebagai Amanat Bersama
21. Bung Tomo
“Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.”
22. Mohammad Hatta
“Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat.”
23. Sutan Sjahrir
“Merdeka atau mati! Itulah kata-kata yang diikrarkan oleh para pahlawan kita. Dan kata-kata ini merupakan warisan berharga yang harus kita pertahankan.”
24. Tan Malaka
“Perjuangan tidak pernah sia-sia. Kemerdekaan tidak akan datang dengan sendirinya, tetapi harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.”
25. Ir. Soekarno
“Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia adalah pernyataan teguh dan bulat bahwa bangsa Indonesia telah merdeka. Hiduplah Indonesia Raya!”
26. Mohammad Yamin
“Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri.”
27. Mohammad Hatta
“Kita masih terus berjuang jadi tuan rumah di negeri sendiri, tanyakan pada diri, ‘apa yang sudah saya berikan untuk bangsa ini?’”
28. Tan Malaka
“Cuma manusia pengecut atau curang yang tiada ingin melakukan pekerjaan bermanfaat untuk masyarakat sekarang dan di hari kemudian.”
29. Jenderal Soedirman
“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih. Akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapa pun lawan yang aku hadapi.”
30. Ir. Soekarno
“Negara Republik Indonesia ini bukan milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu suku, bukan juga milik suatu adat istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke.”
Pesan para pahlawan itu mempertegas bahwa negara dibangun untuk seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke. Semangat merdeka dapat dijaga dengan memperkuat persatuan serta mengutamakan kepentingan bangsa.






