Hanya 8 Tembakan, West Brom Bungkam Norwich yang Melepas 20 Percobaan

West Bromwich Albion menunjukkan efisiensi tinggi saat menang 2-1 atas Norwich City di Carrow Road, Sabtu, 15 Agustus 2026. Tim tamu hanya mencatatkan delapan tembakan, tetapi dua di antaranya cukup untuk mengamankan kemenangan pada laga pembuka Championship.

Norwich melepaskan 20 tembakan dan memiliki angka peluang gol yang hampir mencapai tiga. Dominasi itu tidak berujung poin karena Max O’Leary tampil gemilang dengan tujuh penyelamatan untuk West Brom.

TimTembakanGolCatatan Utama
Norwich City201Peluang gol hampir 3
West Bromwich Albion82O’Leary membuat 7 penyelamatan

Keunggulan West Brom lahir pada menit ke-75 melalui Aune Heggebo. Penyerang asal Norwegia itu menyambar umpan silang Jimmy-Jay Morgan, tetapi proses gol tersebut segera menjadi pusat perhatian.

Tayangan ulang memperlihatkan bola diduga mengenai lengan Heggebo sebelum melewati garis gawang. Wasit Tim Robinson tetap mengesahkan gol tersebut, meski para pemain Norwich langsung menyampaikan protes.

Gol yang Mengubah Arah Laga

Jose Cordoba dan Ben Chrisene disebut menjadi dua pemain yang bereaksi keras ketika gol itu terjadi. Keduanya memprotes keputusan perangkat pertandingan bersama rekan-rekan setim mereka.

Dean Ashton, mantan pesepak bola yang bertugas dalam siaran talkSPORT, awalnya melihat situasi itu sebagai insiden yang meragukan. “Kelihatannya seperti handball, tetapi tangannya dekat dengan tubuhnya…,” katanya.

Penilaian Ashton berubah setelah ia melihat tayangan ulang. “Kami telah melihat tayangan ulang dan itu mutlak handball. Sangat luar biasa sebenarnya, itu sangat jelas,” ujarnya.

Ashton menambahkan bahwa Heggebo tampak hampir menggunakan dua tangan untuk mendorong bola ke gawang. Penilaian itu memperkuat rasa kecewa Norwich terhadap keputusan yang membiarkan gol pembuka West Brom berdiri.

Respons Philippe Clement

Philippe Clement mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara dengan perangkat pertandingan selepas pertandingan. Manajer Norwich tersebut mempertanyakan mengapa insiden itu tidak terlihat oleh hakim garis.

“Mereka tidak melihat, jadi itu mengecewakan,” kata Clement. Ia memahami beberapa situasi sulit diamati, tetapi menilai hakim garis berada pada posisi yang seharusnya memungkinkan pandangan jelas ke area penalti.

Clement menilai konsekuensi keputusan tersebut sangat besar untuk timnya. “Sangat mengecewakan kehilangan setidaknya dua poin, mungkin tiga poin, karena keputusan seperti itu,” ujarnya.

Morgan Menambah Keunggulan

Jimmy-Jay Morgan kemudian memperlebar keunggulan West Brom menjelang menit ke-90. Pemain yang pernah menimba pengalaman di tim muda Chelsea itu menjadi figur penting dengan satu gol dan satu umpan untuk Heggebo.

Mathias Kvistgaarden sempat membuat Norwich kembali berharap melalui gol balasan. Namun, tim tuan rumah tidak mampu melewati pertahanan West Brom untuk kedua kalinya.

Hasil akhir memperlihatkan perbedaan tajam antara jumlah peluang dan ketajaman penyelesaian akhir. Norwich menciptakan lebih banyak ancaman, sedangkan West Brom memanfaatkan kesempatan yang lebih sedikit secara maksimal.

VAR Kembali Dibicarakan

Kontroversi handball tersebut ikut membuka lagi perbincangan tentang VAR di Championship. Mike Sewell dari talkSPORT mengusulkan pemakaian teknologi itu untuk menghindari keputusan serupa.

Adrian Durham menolak pandangan tersebut dan mengingatkan bahwa Norwich memiliki banyak waktu untuk mencetak gol sebelum insiden menit ke-75. Ia juga menilai satu keputusan keliru tidak cukup menjadi dasar penerapan VAR di divisi kedua.

Perdebatan itu berlangsung di tengah fakta bahwa Norwich tetap gagal mengubah dominasi mereka menjadi hasil. Di sisi lain, West Brom pulang dari Carrow Road dengan tiga poin berkat ketenangan dalam memanfaatkan peluang.

Baca Juga