Bukan Sekadar Uji Coba, WeRide Siapkan Robotaxi Setir Kanan untuk Asia Tenggara

Persiapan robotaxi setir kanan untuk Singapura dan Hong Kong menjadi langkah yang patut diperhatikan di Asia. WeRide menilai kedua pasar tersebut memiliki karakteristik lalu lintas yang serupa dengan banyak negara di kawasan, termasuk di Asia Tenggara.

Indonesia memang belum masuk daftar negara operasional yang dikonfirmasi perusahaan. Namun, Asia Tenggara telah disebut sebagai salah satu kawasan yang sedang dijajaki saat bisnis robotaxi global memasuki fase ekspansi lintas negara.

Ekspansi Tidak Lepas dari Izin Lokal

CEO WeRide Tony Han mengatakan perusahaan turut mengeksplorasi Australia, Korea Selatan, dan Jepang sebagai pasar potensial. WeRide juga menjalankan negosiasi intensif dengan sejumlah negara di Eropa.

Di Australia, perusahaan telah berdiskusi dengan regulator mengenai berbagai kemungkinan pengoperasian kendaraan otonom. Hal itu menegaskan bahwa teknologi saja belum cukup untuk membuka layanan robotaxi tanpa persetujuan dan aturan di tiap negara.

Model pengembangan pasar tersebut akan menentukan laju masuk robotaxi WeRide ke wilayah baru. Han menyatakan perusahaan ingin merekrut tenaga kerja lokal, berkolaborasi dengan pemerintah dan otoritas, serta memaksimalkan kemitraan dengan pelaku industri setempat.

Dalam pernyataan yang dikutip CNBC Indonesia dari Reuters, Han menyebut, “Kami ingin merekrut tenaga kerja lokal, bekerja sama erat dengan pemerintah serta otoritas setempat, dan memaksimalkan kemitraan dengan pelaku industri lokal.” Pendekatan itu menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem lokal di setiap pasar baru.

Armada Besar Menopang Ambisi Jangka Panjang

WeRide telah mengoperasikan kendaraan otonom di lebih dari 60 kota pada 13 negara. Layanannya mencakup robotaxi, robobus, serta robosweeper atau kendaraan pembersih jalan tanpa pengemudi.

Pada akhir Juli, jumlah robotaxi WeRide telah melampaui 1.800 unit. Secara keseluruhan, perusahaan mengoperasikan 3.400 kendaraan otonom Level 4.

Indikator ArmadaJumlah atau TargetKeterangan
RobotaxiLebih dari 1.800 unitHingga akhir Juli
Kendaraan Level 43.400 unitTermasuk robotaxi, robobus, robosweeper
Target kendaraan Level 45.000 unitAkhir tahun ini
Target robotaxi2.600 unitBagian dari target akhir tahun ini

Perusahaan membidik total 5.000 kendaraan Level 4 pada akhir tahun ini, dengan target robotaxi sebanyak 2.600 unit. Dalam jangka lebih panjang, WeRide menargetkan puluhan ribu robotaxi beroperasi pada 2030 dan armada hingga 1 juta unit pada 2035.

Pendapatan Luar Negeri Tumbuh Lebih Cepat

Pendapatan WeRide dari pasar internasional pada kuartal II tumbuh 164% secara tahunan. Angka tersebut melampaui pertumbuhan total pendapatan perusahaan yang mencapai 82%.

Kerugian EBITDA pada kuartal II juga menyusut 8,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. WeRide menargetkan arus kas kuartalan positif pada 2028 dan titik impas tahunan pada 2029.

Untuk mengejar peningkatan skala, WeRide mengembangkan robotaxi bersama Geely Farizon dan merancang model baru dengan GAC. Kolaborasi itu diharapkan dapat memangkas biaya perangkat keras secara signifikan.

Perusahaan juga melihat permintaan yang terus meningkat terhadap sistem bantuan mengemudi canggih atau ADAS dari produsen otomotif China dan internasional. WeRide menyatakan belum membutuhkan pendanaan baru secara mendesak, tetapi tetap terbuka terhadap suntikan modal dengan syarat yang menguntungkan.

Bagi pengemudi transportasi online di Indonesia, perkembangan tersebut belum menandakan perubahan layanan dalam waktu dekat. Meski begitu, persiapan setir kanan dan fokus WeRide pada pasar regional memperlihatkan arah kompetisi mobilitas otonom yang makin dekat.

Baca Juga