Warga Ukraina menghadapi malam yang semakin berisiko ketika serangan Rusia berlangsung hampir setiap malam. Tekanan itu membesar karena persediaan rudal pencegat Patriot yang tersedia disebut hanya sekitar 1 persen dari kebutuhan pertahanan negara tersebut.
Data Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat Juli sebagai periode paling mematikan bagi warga sipil Ukraina sejak April 2022. Kondisi pertahanan udara yang terbatas berpotensi memengaruhi kemampuan sejumlah kota dalam menghadapi serangan rudal pada malam hari.
Serangan Berulang Menguras Pertahanan
Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan serangan tidak hanya terjadi secara rutin, tetapi beberapa kali dalam sebulan berkembang menjadi gelombang besar-besaran. Situasi tersebut membuat masyarakat terus berada dalam tekanan berkepanjangan.
Ia menilai warga Ukraina tetap tangguh dalam menghadapi perang yang berlarut-larut. “Rakyat sungguh sangat heroik dan tangguh. Tapi mereka lelah,” kata Zelensky.
Tekanan pada warga sipil beriringan dengan perubahan besar pada perbandingan stok pencegat dan ancaman rudal Rusia. Ukraina disebut memiliki jumlah pencegat dua setengah kali lebih sedikit pada tahun ini dibandingkan 2025.
Di sisi lain, Rusia disebut mempunyai rudal balistik dua kali lebih banyak setiap bulan dibanding sebelumnya. Ketimpangan tersebut membuat kebutuhan penguatan pertahanan udara menjadi semakin mendesak bagi Kyiv.
Permintaan Tambahan Rudal Pencegat
Dalam wawancara dengan CNN yang dikutip Detik iNET, Zelensky menyampaikan perhitungannya mengenai jumlah pasokan yang dibutuhkan Ukraina. Ia menyebut tambahan 5 persen dari persediaan Amerika Serikat dapat membantu negaranya melewati musim dingin dan menyelamatkan nyawa.
Menurut Zelensky, pasokan sebesar 10 persen dapat memberi Ukraina kemampuan untuk menghancurkan seluruh rudal balistik Rusia yang datang. “Jika mereka bisa menjual 5% kepada kami, mereka akan mampu melewati musim dingin dan menyelamatkan nyawa,” ujarnya.
Kyiv kini melobi negara-negara sekutu untuk memperoleh tambahan amunisi pertahanan udara. Upaya tersebut dilakukan lewat pesan dan panggilan langsung ke Gedung Putih, termasuk melalui perantara negara sekutu.
Kemampuan Sistem Patriot
Patriot merupakan sistem pertahanan udara Amerika Serikat yang diproduksi Raytheon dan Lockheed Martin. Sistem ini mencakup radar, stasiun kontrol, peluncur, antena komunikasi, dan rudal intersepsi.
Patriot disebut mampu mendeteksi ancaman sampai jarak 150 kilometer serta melacak hingga 500 target secara bersamaan. Rudal pencegatnya memiliki jarak operasional interseptif hingga 20 kilometer.
| Jenis Rudal | Mekanisme Intersepsi | Fungsi |
|---|---|---|
| PAC-2 | Meledak di dekat target | Menghancurkan ancaman melalui ledakan |
| PAC-3 | Menghantam target secara langsung | Menghancurkan misil target di udara |
Pasokan Global Turut Tertekan
Krisis persediaan Ukraina terjadi saat kebutuhan amunisi pertahanan udara meningkat secara global. Eskalasi konflik Amerika Serikat dan sekutu Teluk dalam menghadapi serangan rudal serta drone Iran disebut turut menekan ketersediaan pencegat.
Ukraina juga mempertimbangkan produksi mandiri, tetapi rencana itu belum memiliki kepastian hukum. Sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai izin lisensi produksi rudal Patriot untuk Ukraina dilaporkan masih berubah-ubah.
Perwakilan produsen senjata telah mengunjungi Kyiv di tengah pembahasan tersebut. Namun, kebutuhan mendesak Ukraina saat ini tetap bertumpu pada ketersediaan pencegat untuk menghadapi serangan yang terus berulang.






