Bukan Sekadar Ace Shiratorizawa, Ushijima Membuat Bola Kidal Sulit Dibaca Karasuno

Karasuno tidak hanya menghadapi spiker bertubuh besar saat berjumpa Wakatoshi Ushijima dalam Haikyuu!!. Mereka juga harus menyesuaikan pertahanan terhadap putaran bola dari tangan kiri yang sulit dibaca.

Keberadaan pemukul kidal memberi tantangan berbeda bagi pemain penerima bola. Arah dan pantulan pukulannya tidak sama dengan kebiasaan saat menghadapi mayoritas spiker yang memakai tangan kanan.

Nishinoya, libero Karasuno, ikut merasakan kesulitan itu meski dikenal memiliki kemampuan bertahan yang baik. Ia dituntut melakukan pembacaan bola lebih cermat, menjaga posisi, dan merespons dalam waktu singkat.

Ketika pertahanan berhasil menyentuh bola, tekanan dari Ushijima masih belum tentu berakhir. Pukulannya dapat membuat bola terpental keluar lapangan, membatasi kesempatan lawan untuk menyusun serangan berikutnya.

Kekuatan yang Tidak Bergantung pada Satu Reli

Ushijima mampu mempertahankan daya serangnya dari set awal sampai set kelima. Ketahanan itu membuat Shiratorizawa dapat terus mengarahkan bola kepadanya pada momen-momen penting.

Spike-nya juga digambarkan cukup kuat untuk menembus blokade tiga pemain. Kemampuan tersebut menjelaskan mengapa ia menjadi pusat serangan, bukan sekadar pilihan tambahan dalam susunan permainan tim.

Shiratorizawa mengusung filosofi sederhana dengan memberi bola kepada ace yang paling dipercaya menuntaskan serangan. Pendekatan itu menempatkan kekuatan murni Ushijima sebagai fondasi untuk menghadapi strategi pertahanan lawan.

Pola Shiratorizawa berbeda dari Aoba Johsai yang mengandalkan kerja sama rumit. Karasuno juga memiliki ciri lain melalui serangan cepat, sedangkan Shiratorizawa memilih memperbesar pengaruh ace-nya.

Profil Pemain Bernomor 1

Data pemainKeterangan
Nama lengkapWakatoshi Ushijima
SekolahSMA Shiratorizawa
PosisiOpposite spiker
Tinggi badan189,5 cm pada tahun ketiga SMA
Berat badan84,8 kg
Tanggal lahir13 Agustus
Nomor punggung1

Ushijima bermain sebagai opposite spiker dan mengenakan nomor punggung 1 untuk Shiratorizawa. Tinggi 189,5 cm serta berat 84,8 kg memberinya modal fisik penting, tetapi akurasi dan konsistensi serangannya tetap menjadi alasan utama ia diandalkan.

Di lapangan, ia memandang voli dengan cara yang langsung dan objektif. Ushijima percaya bahwa bakat harus dikembangkan melalui latihan yang tepat, sehingga ucapannya kadang terdengar keras bagi orang di sekitarnya.

Namun, sikap tersebut tidak ditampilkan sebagai tindakan merendahkan lawan. Ia cenderung menyatakan penilaian sesuai keyakinannya sendiri mengenai kemampuan dan proses latihan.

Masuk Kelompok Ace Elite

Ushijima diakui sebagai salah satu dari tiga ace terbaik Jepang pada level Interhigh bersama Sakusa Kiyoomi dan Kiryuu Wakatsu. Posisi itu menegaskan tingkat ancaman yang dibawa kapten Shiratorizawa ketika menghadapi Karasuno.

Menurut Media Indonesia, ayah Ushijima pernah bermain voli dan mendukungnya tetap menggunakan tangan kiri. Dukungan itu diberikan meski ada keinginan dari keluarganya untuk mengubah kebiasaan tersebut.

Sosok yang dominan di lapangan ini juga memiliki sisi personal yang lebih tenang. Ushijima gemar membaca iklan di majalah atau koran, lalu melanjutkan perjalanannya hingga bermain untuk tim nasional Jepang.

Baca Juga