Vonis 9 Tahun Gibran Membuka Luka Investor, KWAP Taruh Hampir Rp 880 Miliar

Vonis sembilan tahun penjara terhadap mantan CEO eFishery, Gibran Huzaifah, mempertegas dampak perkara manipulasi laporan keuangan yang menyeret investor besar. Salah satu pihak yang terdampak adalah dana pensiun Malaysia, KWAP, dengan nilai investasi hampir RM 200 juta atau sekitar Rp 880 miliar.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan investasi itu merupakan bagian dari penipuan yang telah direncanakan sebelumnya. Ia menyebut manajemen eFishery melakukan manipulasi laporan keuangan sehingga KWAP dan sejumlah investor internasional terkena dampaknya.

Putusan Pengadilan terhadap Gibran

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung pada April lalu menyatakan Gibran Huzaifah bersalah dalam perkara manipulasi laporan keuangan yang berkaitan dengan pencucian uang. Ia dijatuhi pidana penjara sembilan tahun serta denda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan.

Hukuman tersebut lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum yang meminta 10 tahun penjara. Jaksa juga menuntut denda dan pidana subsider dengan nilai yang sama seperti putusan pengadilan.

Gibran menjalani proses hukum bersama Angga Hadrian Raditya dan Andri Yadi. Hakim menyatakan ia terbukti melakukan tindak pidana secara bersama-sama berdasarkan Pasal 374 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Indikasi Pemalsuan Pendapatan

Dugaan fraud eFishery mula-mula mencuat melalui laporan pelapor pelanggaran. Investigasi awal FTI Consulting menemukan indikasi pemalsuan pendapatan hampir US$ 600 juta selama sembilan bulan yang berakhir pada September 2024.

DealStreetAsia yang berbasis di Singapura menerbitkan laporan mengenai dugaan fraud itu pada 15 Desember 2024. Bareskrim Polri kemudian melakukan penyidikan dan penyelidikan atas laporan dugaan manipulasi laporan keuangan sejak awal 2024.

Berdasarkan dugaan internal perusahaan, pemalsuan laporan keuangan dilakukan oleh mantan CEO dan Chief Financial Officer sejak awal 2024. Perkembangan perkara ini menjadi latar bagi upaya pemulihan dana oleh konsorsium investor.

Besaran Investasi KWAP

KWAP ikut serta dalam pendanaan Seri D eFishery yang pada 2023 dilaporkan bernilai US$ 200 juta. Dana yang disuntikkan lembaga tersebut mencapai US$ 47,7 juta atau sekitar RM 194,35 juta.

KomponenNilaiKeterangan
Seri D eFisheryUS$ 200 jutaDilaporkan pada 2023
Suntikan KWAPUS$ 47,7 jutaSekitar RM 194,35 juta
Investasi KWAPHampir RM 200 jutaSekitar Rp 880 miliar

Selain KWAP, Anwar menyebut Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar sebagai investor yang terlibat dalam eFishery. Keterlibatan sejumlah lembaga itu menunjukkan perkara ini berdampak pada basis investor yang luas.

Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola

Dalam jawaban tertulis di parlemen yang dikutip CNBC Indonesia dari The Edge Malaysia, Anwar mengatakan investasi KWAP telah melewati proses evaluasi dan tata kelola. Penilaian dilakukan berdasarkan informasi yang tersedia saat keputusan diambil, termasuk laporan keuangan yang diverifikasi auditor bersertifikat berpengakuan internasional.

Konsorsium investor juga disebut menjalankan uji tuntas independen dan tidak hanya mengandalkan dokumen dari perusahaan. Namun, Anwar menilai informasi yang diterima investor tetap bermasalah karena adanya manipulasi oleh manajemen eFishery.

Pernyataan itu disampaikan untuk menjawab pertanyaan anggota parlemen dari Subang, Wong Chen, mengenai pertanggungjawaban direksi, panel investasi, dan manajemen senior KWAP. KWAP lalu meninjau tahapan evaluasi, persetujuan, serta pengawasan investasi eFishery secara menyeluruh.

Hasil peninjauan telah disampaikan kepada dewan KWAP untuk diperiksa dan dibahas lebih lanjut. Menurut Anwar, tindakan lanjutan serta perbaikan telah diterapkan berdasarkan kerangka tata kelola dan prinsip akuntabilitas lembaga.

KWAP menyatakan tetap berkomitmen mengelola dana pensiun pegawai negeri secara transparan, etis, dan akuntabel. Kasus eFishery pun menjadi perhatian penting bagi pengawasan investasi dana institusional Malaysia pada masa mendatang.

Baca Juga