Trofi di kandang sendiri memberi arti khusus bagi RC Lens pada awal musim baru. Lens menundukkan Paris Saint-Germain 1-0 dalam Trophée des Champions meski harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama.
Keberhasilan itu terjadi di Stadion Bollaert-Delelis pada Minggu, 16 Agustus 2026. Florian Thauvin mencetak satu-satunya gol yang membawa Lens mengamankan kemenangan atas PSG.
Makna Besar Kemenangan di Bollaert-Delelis
Robin Risser menilai atmosfer kandang menjadi unsur penting dalam perjalanan Lens menuju trofi. Para pemain membawa tekad untuk meraih kemenangan bersama pendukung yang memenuhi stadion.
“Ini adalah trofi spesial yang kami menangkan di rumah kami sendiri,” kata Risser. Ia menyebut Lens meraihnya dengan hati serta pertahanan yang dilakukan secara kolektif.
Bagi sang kiper, gelar tersebut menambah catatan penting pada fase awal karier profesionalnya. Namun, Risser tidak menempatkan dirinya sebagai pusat dari keberhasilan Lens.
“Hari ini adalah kemenangan sebuah tim,” ujar Risser. Lens bertahan sebagai satu kesatuan ketika situasi pertandingan berubah sulit karena kehilangan satu pemain.
Keunggulan Tipis yang Dijaga Bersama
Skor 1-0 tidak berubah hingga pertandingan berakhir. Lens harus melindungi keunggulan tersebut sepanjang sisa laga dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.
Situasi itu menuntut kerja pertahanan dari seluruh skuad. Risser menilai keteguhan tim menjadi alasan Lens dapat melewati tekanan dalam pertandingan tersebut.
“Kami sangat senang bisa mengukir sejarah untuk klub yang luar biasa ini,” kata Risser. Kemenangan atas PSG menjadi pencapaian yang ia pandang penting bagi Lens.
Risser juga menegaskan bahwa kemenangan itu tidak layak dipandang ringan. Ia menyebut PSG sebagai raksasa Paris yang membuat pertandingan tersebut terasa sangat menantang.
“Kemenangan ini tidak boleh diremehkan. Ini adalah pertandingan yang sangat sulit melawan raksasa Paris,” ujar Risser. Ia menambahkan bahwa Lens tetap menghormati nilai-nilai klub selama laga berlangsung.
Tantangan Berlanjut ke Kompetisi Liga
Gelar Trophée des Champions memberi Lens dorongan mental sebelum liga domestik dimulai pada pekan berikutnya. Meski demikian, kemenangan atas PSG tidak membuat Risser menganggap tantangan musim telah selesai.
“Kami menyongsong musim baru dengan kepercayaan diri ini. Kami tahu bahwa minggu depan akan berbeda, karena kompetisi liga baru dimulai,” kata Risser.
Lens kini membawa modal trofi ke kompetisi berikutnya. Risser menyadari timnya juga akan menghadapi perhatian yang lebih besar setelah mengalahkan PSG di kandang.
“Kami tahu kami akan sedikit lebih dinantikan. Kami harus mengandalkan hal itu, tentu saja,” ujar Risser. Ambisi Lens pada awal musim pun akan diuji dalam persaingan liga yang segera dimulai.






