Transaksi UMKM Bisa Ekspor Tembus US$251 Juta, Dukungan Digital Diperkuat

Nilai transaksi program UMKM Bisa Ekspor mencapai US$251 juta pada periode Januari hingga Juni 2026. Capaian itu melampaui nilai transaksi US$134 juta yang tercatat sepanjang tahun sebelumnya.

Program tersebut menjadi salah satu jalur yang disiapkan pemerintah untuk membawa produk usaha kecil ke pembeli luar negeri. Pelaku UMKM dapat mempresentasikan produk kepada perwakilan perdagangan Indonesia yang membantu mencari calon pembeli di negara tujuan.

ProgramPeriodeNilai Transaksi
UMKM Bisa EksporTahun laluUS$134 juta
UMKM Bisa EksporJanuari-Juni 2026US$251 juta

Kementerian Perdagangan juga melakukan kurasi terhadap produk dalam negeri agar UMKM terpilih bisa mengikuti pameran perdagangan. Salah satu akses yang dapat diperoleh adalah keikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan penguatan produk lokal tidak berhenti pada upaya mengisi pasar domestik. Produk fesyen lokal, menurutnya, telah banyak diekspor ke sejumlah negara Asia melalui fasilitas Shopee.

“Jadi ini sebenarnya yang kita kejar tidak semata-mata pasar dalam negeri tapi juga ekspor,” kata Budi. Pemerintah memandang pasar nasional yang besar tetap penting sebagai fondasi bagi pertumbuhan produk buatan dalam negeri.

Platform Digital Diperluas untuk Produk Lokal

Untuk memperkuat kesiapan usaha, Kemendag dan Shopee Indonesia meluncurkan Program Akselerasi Produk Lokal di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Program itu dirancang untuk menjawab kebutuhan efisiensi, pemasaran digital, promosi, operasional, perluasan pasar, serta perlindungan legalitas dan kekayaan intelektual.

Pelaku UMKM Lokal yang menjual 100% produk dalam negeri berpeluang memperoleh voucher Rp500.000 setiap bulan. Sekitar 130.000 voucher dibagikan setiap bulan, tetapi kuotanya dapat habis hanya dalam hitungan jam.

Nilai dukungan voucher bagi pelaku usaha mencapai sekitar Rp165 miliar sepanjang 2025. Pada semester pertama 2026, nilai bantuan tersebut sudah melampaui Rp100 miliar.

Bentuk DukunganKeteranganJangkauan atau Data
Voucher usahaRp500.000 per bulan bagi penjual produk lokalSekitar 130.000 voucher per bulan
Pelatihan daringPemasaran, iklan, promosi, dan pengelolaan tokoLebih dari 350 jam dan sekitar 400 modul
Penjualan produk lokalMelalui kanal produk lokal sejak 2022Sekitar 4 miliar produk terjual

Pelatihan daring gratis yang disediakan Shopee Indonesia telah menjangkau pelaku usaha di 514 kabupaten dan kota. Materinya mencakup optimasi iklan, fitur interaktif, program promosi, pemasaran, dan pengelolaan toko daring.

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, menyebut dukungan mencakup voucher akselerasi hingga akses perlindungan kekayaan intelektual. Dalam operasional sehari-hari, platform digital dapat membantu penjual mengelola stok, pesanan, promosi, dan jaringan logistik.

Transparansi dan Persaingan Impor

Penguatan produk dalam negeri juga berkaitan dengan implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026. Aturan tersebut mendorong platform perdagangan elektronik agar memberi ruang lebih besar bagi produk lokal sehingga lebih mudah ditemukan konsumen.

Budi menilai ekosistem perdagangan digital harus menyeimbangkan kepentingan penjual, platform, dan konsumen. Ia menekankan transparansi sebagai unsur penting karena pemerintah tetap menjalankan fungsi pengawasan.

Persaingan dengan barang impor tetap menjadi perhatian dalam kebijakan perdagangan. Sekitar 91% struktur impor Indonesia berupa bahan baku dan barang modal, sementara sekitar 9% lainnya merupakan barang konsumsi.

Kualitas produk dinilai menentukan kemampuan UMKM bertahan dalam persaingan tersebut. Perdagangan digital juga tidak menghapus peran toko fisik karena banyak pelaku usaha memilih model hybrid yang menggabungkan penjualan daring dan luring.

Baca Juga