Supersoccer Arena di Kudus dipenuhi penonton saat Srikandi Merdeka Cup mulai bergulir. Kapasitas sekitar 1.200 penonton disebut penuh, sementara siaran langsung turnamen di YouTube RANS Entertainment sempat disaksikan lebih dari 100.000 orang.
Respons tersebut menunjukkan perhatian besar publik terhadap kompetisi sepak bola putri usia muda. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Vivin Sungkono Cahyani, menilai antusiasme penonton terus membaik.
“Antusiasmenya ya kita melihat makin ke sini makin bagus ya tanggapannya. Bukan cuma yang datang offline ke sini karena memang kita tahu kapasitas stadion di sini 1.200 dan kita lihat ini full,” kata Vivin.
Dukungan di tribun terutama mengarah kepada Garuda Pertiwi, salah satu wakil Indonesia dalam turnamen. Ribuan pendukung datang dengan dominasi warna merah untuk memberi semangat kepada para pemain muda.
Dua Wakil Indonesia di Fase Grup
Srikandi Merdeka Cup mempertemukan delapan tim dari tujuh negara Asia selama 14 hingga 23 Agustus 2026. Seluruh pertandingan digelar terpusat di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.
| Grup | Tim Peserta | Pelatih Wakil Indonesia |
|---|---|---|
| A | Garuda Pertiwi, Malaysia, Hong Kong, Arab Saudi | Timo Scheunemann |
| B | Putri Nusantara, Thailand, Singapura, Yordania | Takumi Taniguchi |
Garuda Pertiwi bersaing di Grup A bersama Malaysia, Hong Kong, dan Arab Saudi. Putri Nusantara berada di Grup B dengan Thailand, Singapura, serta Yordania.
Kehadiran dua tim Indonesia membuka ruang bermain lebih besar bagi pemain putri usia muda. Mereka mendapat kesempatan menghadapi lawan dari kawasan Asia dalam kompetisi yang berlangsung selama sepuluh hari.
Pembukaan Mendapat Apresiasi PSSI
Di tengah tingginya dukungan publik, upacara pembukaan turnamen turut memperoleh pujian dari Vivin. Ia menilai kemasan acara pada Jumat malam, 14 Agustus 2026, lebih megah dibandingkan pembukaan Piala AFF dan AFC untuk kelompok umur serupa.
“Jadi kami dari PSSI juga surprise bahwa penyelenggaraannya ini bahkan piala AFF saja, piala AFC juga belum ada yang pembukaannya semegah ini,” ujar Vivin. Ia menyebut hasil penyelenggaraan itu sebagai kejutan positif bagi PSSI.
Persiapan kompetisi didukung Bakti Olahraga Djarum Foundation. Vivin turut mengapresiasi Teddy Tjahjono selaku Program Director yang mengawal kesiapan turnamen.
Atmosfer Kompetisi yang Lebih Serius
Turnamen dirancang bukan sekadar menyediakan pertandingan bagi peserta. Para pemain muda diberi pengalaman tampil dengan atmosfer kompetisi internasional, termasuk pembukaan yang meriah dan dukungan penonton secara langsung maupun daring.
Vivin meminta dukungan publik terhadap Timnas Putri Indonesia tetap berlanjut. Dukungan tersebut dinilai penting untuk perjalanan sepak bola putri pada kelompok usia muda hingga level senior.
Dengan peserta dari Thailand, Hong Kong, Yordania, Arab Saudi, Malaysia, dan Singapura, kompetisi ini menjadi ruang pertemuan bagi talenta muda regional. Kehadiran penonton yang memenuhi stadion memberi nilai tambahan bagi pengalaman bertanding setiap tim.






