Dari Stadion ke Warung, Srikandi Merdeka Cup Putar Ekonomi Kudus Selama 10 Hari

Srikandi Merdeka Cup 2026 tidak hanya menarik perhatian di arena pertandingan, tetapi juga memutar aktivitas usaha di Kudus. Hotel, persewaan kendaraan, penjual makanan, dan UMKM merasakan peningkatan permintaan selama kejuaraan berlangsung.

Turnamen ini digelar selama 10 hari, yakni 14–23 Agustus 2026, dengan peserta dari tujuh negara. Pemerintah Kabupaten Kudus melihat ajang tersebut sebagai peluang menghubungkan olahraga, promosi daerah, dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Kejuaraan antarnegara di Kudus

Indonesia menjadi salah satu peserta bersama Arab Saudi, Jordania, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Hong Kong. Kehadiran rombongan dari berbagai negara dinilai memberi nilai tambah bagi Kudus sebagai tuan rumah.

Unsur turnamenData
Waktu pelaksanaan14–23 Agustus 2026
Negara pesertaIndonesia, Arab Saudi, Jordania, Thailand, Malaysia, Singapura, Hong Kong
Arena pertandinganSupersoccer Arena
Kapasitas arenaSekitar 1.100–1.200 orang

Minat masyarakat untuk menyaksikan pertandingan terlihat tinggi di Supersoccer Arena. Panitia bahkan menyediakan layar lebar di luar arena untuk mengantisipasi penonton yang tidak tertampung di dalam stadion.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa turnamen memiliki daya tarik publik yang besar. Di luar pertandingan, kehadiran peserta dan pendukung turut menciptakan kebutuhan terhadap layanan penginapan, transportasi, dan konsumsi.

UMKM mendapat ruang kegiatan

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan hotel, rental kendaraan, dan makanan mengalami peningkatan aktivitas selama acara. Ia juga menekankan bahwa pelaku UMKM dilibatkan agar memperoleh kesempatan ekonomi dari penyelenggaraan turnamen.

“Kehadiran peserta dari sejumlah negara menjadi peluang bagi Kabupaten Kudus untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah, sekaligus mendorong aktivitas perekonomian masyarakat,” ujar Sam’ani. Pernyataan itu disampaikan setelah peresmian Srikandi Fair di Lapangan Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus, pada Senin, 17 Agustus 2026.

Srikandi Fair menjadi salah satu ruang keterlibatan UMKM dalam rangkaian kegiatan kejuaraan. Peresmiannya didahului jalan kaki bersama dari Alun-Alun Kudus menuju lokasi pameran.

Sam’ani hadir bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri, Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, serta Program Director Srikandi Merdeka Cup Teddy Tjahjono. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah turut mengikuti rombongan dalam kegiatan tersebut.

Kudus mengejar posisi sebagai tujuan olahraga

Pemkab Kudus menempatkan penyelenggaraan turnamen sebagai bagian dari pengembangan pariwisata olahraga. Pemerintah daerah juga menilai dukungan masyarakat membantu menciptakan suasana kondusif sepanjang rangkaian acara.

Sam’ani berharap kompetisi dapat terus diselenggarakan di Kudus agar manfaat ekonominya meluas. Menurutnya, kejuaraan ini sejalan dengan upaya mengangkat ekonomi daerah dan prestasi olahraga.

“Ini menjadi suatu keberkahan dan rahmat untuk Kabupaten Kudus. Di mana nanti Kabupaten Kudus sebagai sport tourism, mengangkat ekonomi, mengangkat prestasi, juga merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Sam’ani.

Jalur pembinaan pemain putri

Selain memberi dampak bagi pelaku usaha, Srikandi Merdeka Cup dirancang untuk memperkuat pembinaan sepak bola putri nasional. Sistem pengasahan bakat berjenjang dalam kompetisi ini disebut berkontribusi terhadap kedalaman skuad tim nasional putri Indonesia.

Data organisasi mencatat sekitar 99 persen pemain tim nasional putri Indonesia merupakan lulusan langsung dari sistem pembinaan kompetisi tersebut. Penyelenggara menyebut capaian itu sebagai hasil yang membanggakan bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia.

Format penyelenggaraan pada periode berikutnya masih akan dibahas bersama PSSI dan AFF. Keputusan mengenai pola tahunan atau dua tahunan belum ditetapkan.

Baca Juga