Hampir separuh investasi yang masuk ke Batam pada triwulan II 2026 berasal dari Singapura. Nilainya mencapai Rp6,07 triliun atau 48,93% dari total realisasi investasi triwulan tersebut.
Dominasi satu negara ini muncul ketika arus modal Batam sedang tumbuh kuat secara tahunan. Pada semester I 2026, total realisasi investasi mencapai Rp29,89 triliun dan naik 62,75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Modal asing mendominasi triwulan II
Realisasi investasi Batam pada triwulan II tercatat sebesar Rp12,41 triliun. PMA mengambil porsi terbesar dengan nilai Rp8,91 triliun, sementara PMDN mencapai Rp3,50 triliun.
Selain Singapura, Korea Selatan menjadi salah satu penyumbang modal terbesar dengan Rp1,17 triliun. Tiongkok berada setelahnya dengan nilai investasi Rp0,72 triliun.
| Negara asal | Nilai investasi | Porsi dari total |
|---|---|---|
| Singapura | Rp6,07 triliun | 48,93% |
| Korea Selatan | Rp1,17 triliun | – |
| Tiongkok | Rp0,72 triliun | – |
Data tersebut menempatkan Singapura sebagai negara asal investor paling besar untuk Batam pada periode April hingga Juni 2026. Korea Selatan dan Tiongkok kemudian melengkapi daftar tiga negara dengan penanaman modal tertinggi pada triwulan II.
Jasa lainnya memimpin penempatan dana
Dari sisi sektor, jasa lainnya mencatat nilai investasi terbesar pada triwulan II 2026. Sektor ini menyerap Rp3 triliun atau 24,18% dari seluruh investasi yang terealisasi dalam tiga bulan tersebut.
Industri mesin dan elektronik berada di urutan kedua dengan nilai Rp2,74 triliun. Kontribusinya mencapai 22,04% dari total realisasi investasi triwulan II.
| Sektor | Nilai investasi | Porsi |
|---|---|---|
| Jasa lainnya | Rp3 triliun | 24,18% |
| Industri mesin dan elektronik | Rp2,74 triliun | 22,04% |
Kelompok industri tersebut mencakup mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam. Besarnya nilai pada kelompok ini menunjukkan peran manufaktur dalam arus investasi ke Batam.
Total semester I mendekati Rp30 triliun
Secara kumulatif, PMA menyumbang Rp17,80 triliun dari total investasi Batam sepanjang semester I 2026. Komponen ini tumbuh 53,68% dibandingkan semester I tahun sebelumnya.
PMDN mencapai Rp12,09 triliun dengan pertumbuhan 78,25%. Kenaikan PMDN yang lebih cepat menunjukkan pertumbuhan investasi Batam tidak semata-mata bergantung pada modal asing.
| Komponen | Nilai semester I 2026 | Pertumbuhan |
|---|---|---|
| Total investasi | Rp29,89 triliun | 62,75% |
| PMA | Rp17,80 triliun | 53,68% |
| PMDN | Rp12,09 triliun | 78,25% |
Media Indonesia memuat bahwa PMA tetap menjadi komponen terbesar dalam realisasi investasi Batam. Meski demikian, percepatan PMDN ikut memperkuat capaian investasi pada paruh pertama 2026.
Kombinasi modal asing yang besar, peningkatan PMDN, serta investasi yang terkonsentrasi pada jasa dan industri elektronik menjadi gambaran utama penguatan investasi Batam. Nilai semester I yang hampir Rp30 triliun menegaskan besarnya arus modal yang tercatat pada paruh pertama tahun ini.






