Rupiah berbalik menguat setelah sehari sebelumnya ditutup stagnan terhadap dolar AS. Pada Jumat, 14 Agustus 2026 pukul 09.05 WIB, mata uang Indonesia berada di Rp 17.873 per dolar AS.
Posisi tersebut lebih kuat 4 poin atau sekitar 0,06 persen dari penutupan Kamis di Rp 17.877 per dolar AS. Penguatan tipis itu muncul ketika pasar mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga The Fed pada September.
Kontrak berjangka fed funds menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed kini sebesar 35 persen. Angka tersebut menurun dari 40 persen pada Rabu dan 55 persen pada pekan sebelumnya.
Sentimen Global Tidak Bergerak Seragam
Pergerakan rupiah terjadi di tengah perubahan arah pada mata uang utama dunia. Euro menguat, sedangkan yen Jepang dan poundsterling Inggris justru melemah terhadap dolar AS.
Euro naik 0,03 persen menjadi US$1,1528 per dolar AS. Yen melemah 0,04 persen hingga berada di 159,48 per dolar AS.
Poundsterling turun 0,08 persen ke level US$1,3481 per dolar AS. Mata uang Inggris itu bergerak di tengah pertumbuhan ekonomi Inggris pada Juni yang didorong oleh penurunan harga energi.
| Mata Uang | Arah Pergerakan | Posisi |
|---|---|---|
| Euro | Menguat 0,03 persen | US$1,1528 per dolar AS |
| Yen Jepang | Melemah 0,04 persen | 159,48 per dolar AS |
| Poundsterling Inggris | Melemah 0,08 persen | US$1,3481 per dolar AS |
Perbedaan arah pada mata uang utama menunjukkan pasar masih mencerna sejumlah sentimen secara bersamaan. Dolar AS tetap menjadi acuan utama yang membentuk pergerakan berbagai mata uang, termasuk rupiah.
Peluang Kenaikan Bunga Terus Melandai
Pasar mencermati data indeks harga produsen atau PPI Amerika Serikat untuk Juli yang tercatat tidak berubah. Data tersebut mendorong pelaku pasar untuk mengecilkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga AS.
Penurunan probabilitas dari 55 persen pada pekan sebelumnya menjadi 35 persen pada Jumat menandai pergeseran penilaian pasar. Kontrak berjangka fed funds digunakan pelaku pasar sebagai salah satu indikator untuk mengukur peluang kebijakan The Fed.
| Waktu | Probabilitas Kenaikan Bunga September |
|---|---|
| Jumat | 35 persen |
| Rabu | 40 persen |
| Pekan sebelumnya | 55 persen |
Menyusutnya peluang kenaikan bunga menjadi konteks penting bagi pergerakan dolar AS. Namun, arah mata uang AS pada perdagangan global masih terlihat variatif.
Menurut Investor Daily, indeks dolar AS sempat turun ke 99,80 sebelum berbalik naik tipis. Indeks dolar kemudian berada di 99,96 atau menguat 0,02 persen.
Awal Perdagangan Memberi Sinyal Positif
Penguatan rupiah terjadi dari basis penutupan yang tidak berubah pada perdagangan Kamis. Dengan selisih 4 poin, rupiah membuka transaksi Jumat pada posisi yang sedikit lebih kuat dari hari sebelumnya.
Pergerakan awal tersebut belum menghapus pengaruh fluktuasi dolar global terhadap nilai tukar rupiah. Pasar masih akan mengikuti perkembangan data ekonomi AS serta perubahan ekspektasi kebijakan The Fed.
Data PPI, arah indeks dolar, dan posisi kontrak berjangka fed funds menjadi rangkaian informasi yang diperhatikan pelaku pasar. Ketiga faktor itu memberi konteks bagi pergerakan rupiah yang menguat ke Rp 17.873 per dolar AS pada pagi hari.






