Bukan Sekadar Kuat, Rencana Sukuna pada Megumi Membuat Ancaman Kian Nyata

Perhatian Ryomen Sukuna kepada Megumi Fushiguro menunjukkan bahwa Raja Kutukan tidak hanya mengandalkan kekuatan untuk mencapai tujuannya. Sukuna melihat potensi teknik Ten Shadows milik Megumi sebagai bagian penting dari rencana jangka panjangnya, termasuk untuk reinkarnasi sempurna.

Ketertarikan itu berbeda dari sikapnya terhadap Yuji Itadori, wadah yang dianggapnya sebagai kandang membosankan. Perbedaan perlakuan tersebut memperlihatkan kemampuan Sukuna dalam menilai kegunaan teknik kutukan dan orang yang memilikinya.

Yuji Menjadi Wadah yang Tidak Mudah Dikuasai

Ancaman Sukuna dimulai ketika Yuji memakan salah satu jari terkutuknya pada awal cerita Jujutsu Kaisen. Sukuna lalu bersemayam dalam tubuh Yuji sambil menunggu peluang untuk kembali menguasai dunia.

Meski berada di tubuh Yuji, Sukuna tidak dapat sepenuhnya merebut kesadaran pemuda itu tanpa kontrak tertentu. Ketahanan luar biasa Yuji membuat hubungan keduanya menjadi batas penting bagi kehendak Sukuna.

Kondisi tersebut tidak membuat Sukuna kehilangan pengaruh sebagai ancaman utama. Ia tetap dapat memanfaatkan situasi, membaca perkembangan pertarungan, dan menunggu momen yang menguntungkan bagi dirinya sendiri.

Sukuna juga tidak dibatasi oleh kesetiaan kepada kelompok mana pun. Ia tidak menunjukkan loyalitas kepada manusia atau roh kutukan, karena seluruh tindakannya berpusat pada kehendak pribadi.

Kekuatan yang Menekan Lawan dan Area Pertarungan

Di balik rencananya terhadap Megumi, Sukuna memiliki kemampuan tempur yang menjadikannya sosok paling ditakuti. Teknik tebasannya dapat dipakai untuk pertarungan langsung, penghancuran area, dan serangan terhadap target dengan tingkat ketahanan berbeda.

TeknikPeran dalam Pertarungan
Dismantle (Kai)Memotong objek mati atau lawan dengan pertahanan rendah.
Cleave (Hachi)Menyesuaikan tebasan dengan ketahanan dan energi kutukan target.
Spiderweb (Kumo no Ito)Merusak tanah dan area sekitar dengan pola menyerupai jaring.
FugaMenggunakan api bersuhu sangat tinggi untuk menghanguskan musuh.

Cleave dikenal berbahaya karena dapat menyesuaikan serangannya terhadap sasaran. Dengan kemampuan itu, ketahanan lawan tidak otomatis menjadi perlindungan yang cukup dari tebasan Sukuna.

Spiderweb memperlihatkan bahwa serangan Sukuna dapat mengubah medan pertarungan. Dampaknya tidak terbatas pada satu target karena permukaan tanah dan area di sekitar dapat ikut rusak.

Malevolent Shrine Menjadi Pembeda

Puncak daya hancur Sukuna terlihat dalam perluasan domain Malevolent Shrine atau Fukuma Mizushi. Domain itu tidak membentuk ruang tertutup dengan penghalang seperti teknik serupa milik penyihir lain.

Sukuna dapat mewujudkannya langsung di dunia nyata dengan jangkauan hingga 200 meter. Dalam radius tersebut, Cleave dan Dismantle dapat terus menghantam target serta lingkungan.

Domain tanpa penghalang itu menandai tingkat penguasaan energi kutukan yang sulit dilawan. Kemampuan tersebut juga menerangkan mengapa kehadiran Sukuna membawa risiko kehancuran besar bagi siapa pun di sekitarnya.

Warisan dari Era Heian

Sukuna pada awalnya disebut sebagai penyihir manusia dari Era Heian, sekitar 1.000 tahun lalu. Masa itu dikenal sebagai Zaman Keemasan Jujutsu, dan wujud Sukuna digambarkan memiliki empat lengan serta dua wajah.

Para penyihir pada masanya berusaha mengalahkannya dengan seluruh kekuatan, tetapi tidak dapat memusnahkannya sepenuhnya. Setelah mati, tubuhnya berubah menjadi 20 objek terkutuk berupa jari yang tersebar di Jepang.

Setiap jari menyimpan fragmen jiwa dan kekuatan Sukuna. Banyaknya jari yang dikonsumsi wadahnya menentukan besarnya kekuatan dan kendali yang mampu ia pulihkan.

Media Indonesia menyebut nama Ryomen Sukuna terinspirasi dari figur mitologi Jepang yang dikaitkan dengan Provinsi Hida. Dalam Jujutsu Kaisen, sosok itu tampil sebagai ancaman yang memadukan kekuatan brutal dengan kecerdikan dalam membaca keadaan.

Sukuna dapat menikmati penderitaan pihak lain, tetapi ia memberi sedikit penghargaan kepada lawan yang sanggup melawannya secara berarti, seperti Satoru Gojo. Sifat sadis itu berpadu dengan perhitungan matang, sehingga ancamannya jauh melampaui kemampuan bertarung semata.

Baca Juga