Pemilik Redmi Note 12 yang telah memakai perangkatnya sekitar tiga tahun mulai menghadapi alasan kuat untuk beralih. Performa perangkat lama dapat terasa tertinggal, kamera malamnya tidak lagi sekompetitif ponsel kelas menengah baru, dan dukungan perangkat lunaknya semakin terbatas.
Lima pilihan pengganti tidak menawarkan keunggulan yang sama. Ada model yang menonjol lewat performa gaming, ada yang mengandalkan pembaruan Android jangka panjang, dan ada pula yang menawarkan ketahanan bodi serta material lebih premium.
Pertimbangan Sebelum Upgrade
Kenaikan performa bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan saat mengganti ponsel. Kebutuhan akan kamera, masa pembaruan, desain, ketahanan air, serta kecepatan pengisian daya dapat menentukan model yang paling sesuai.
Anggaran juga perlu disiapkan lebih besar dibanding beberapa tahun lalu. Harga chip memori meningkat sepanjang 2025 hingga 2026, sehingga konfigurasi RAM dan penyimpanan ikut mendorong kenaikan harga awal di berbagai merek.
| Model | Nilai Utama | Detail Unggulan |
|---|---|---|
| Redmi Note 15 series | Transisi mudah | AMOLED 120Hz dan kamera OIS |
| Poco X7 Pro | Kinerja tinggi | Dimensity 8400 Ultra dan baterai 6.000mAh |
| Google Pixel 10a | Dukungan panjang | Pembaruan hingga tujuh tahun |
| Nothing Phone (4a) | Karakter desain | Glyph dengan 63 mini-LED |
| Samsung Galaxy A57 | Kualitas premium | Rangka metal dan IP68 |
1. Redmi Note 15 series
Redmi Note 15 series cocok bagi pengguna yang ingin berpindah tanpa meninggalkan kebiasaan penggunaan perangkat Redmi. Seri ini membawa pembaruan pada layar AMOLED, kapasitas baterai, serta perlindungan terhadap air dan debu.
Varian standar dibekali layar AMOLED 120Hz, kamera utama dengan OIS, dan daya tahan baterai untuk penggunaan seharian. Kombinasi tersebut menjadikannya pilihan yang relevan untuk pemakaian harian tanpa perubahan ekosistem yang besar.
Redmi Note 15 Pro dan Pro+ memiliki perlindungan IP68/IP69K, kamera utama 200MP, dan layar lengkung 1,5K. Layar itu mencapai kecerahan puncak hingga 3.200 nit, sementara varian Pro+ mendukung pengisian cepat 100W.
2. Poco X7 Pro
Poco X7 Pro menjadi opsi yang paling menekankan kecepatan bagi pengguna yang mengutamakan gim dan pekerjaan berat. Chipset Dimensity 8400 Ultra menawarkan lonjakan performa besar dibanding chip yang digunakan Redmi Note 12.
Ponsel ini membawa baterai 6.000mAh, layar OLED 1,5K 120Hz, dan dukungan pengisian cepat 90W. Kombinasi itu diarahkan untuk penggunaan intensif yang memerlukan kinerja dan daya tahan lebih besar.
Sejumlah varian memakai bagian belakang vegan leather untuk memberi kesan lebih premium. Sektor kamera bukan kekuatan utama Poco X7 Pro karena kamera belakangnya lebih ditujukan untuk kebutuhan foto sehari-hari.
3. Google Pixel 10a
Google Pixel 10a menawarkan alasan berbeda untuk meninggalkan ponsel lama, yaitu kepastian dukungan dalam jangka panjang. Gizmochina menyebut Google menjanjikan pembaruan perangkat lunak dan keamanan selama tujuh tahun untuk model ini.
Perangkat ini menggunakan Android yang bersih dengan sedikit aplikasi tambahan. Layar Actua 6,3 inci memiliki kecerahan puncak hingga 3.000 nit dan dilindungi Gorilla Glass 7i.
Kamera utamanya beresolusi 48MP dan ditemani kamera ultrawide 13MP. Meski tidak memakai sensor 200MP, pemrosesan gambar Google ditujukan untuk menghasilkan foto yang baik pada berbagai kondisi cahaya.
4. Nothing Phone (4a)
Nothing Phone (4a) ditujukan untuk pengguna yang menginginkan perangkat dengan tampilan tidak pasaran. Bodi transparannya mengusung sistem Glyph dengan 63 mini-LED yang dapat diatur untuk memperlihatkan pola atau ikon panggilan tertentu.
Nothing OS menawarkan antarmuka Android yang sederhana dan minim perangkat lunak yang tidak diperlukan. Ponsel ini juga memiliki layar AMOLED yang lebih tajam, tiga kamera dengan kemampuan zoom, serta chipset Snapdragon yang lebih mumpuni.
Nothing Phone (4a) membawa peningkatan layar dan performa dibanding Nothing Phone (3a). Pengguna dengan anggaran lebih rendah dapat mempertimbangkan Nothing Phone (4b).
5. Samsung Galaxy A57
Samsung Galaxy A57 menempatkan kualitas rakitan dan pengalaman pemakaian sebagai nilai jual utama. Ponsel ini memakai rangka metal, memiliki perlindungan air dan debu IP68, serta menjalankan antarmuka One UI dengan janji pembaruan jangka panjang.
Layar AMOLED 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz dipadukan dengan kamera utama 50MP yang telah memakai OIS. Fitur tersebut membantu kebutuhan tampilan dan fotografi dalam penggunaan siang maupun kondisi cahaya rendah.
Galaxy A57 tidak menandingi Poco X7 Pro atau Redmi Note 15 Pro+ dalam kecepatan gaming, kapasitas baterai, dan pengisian daya. Namun, model ini tetap relevan bagi pengguna yang mengutamakan bodi premium, IP68, dan pengalaman perangkat lunak yang lebih rapi.






