Rahmat Erwin Abdullah dan Rizki Juniansyah akan sama-sama memperkuat Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kehadiran juara bertahan Asian Games dan peraih emas Olimpiade Paris 2024 itu menjadi tumpuan dalam target empat medali PB PABSI.
Namun target tersebut tidak hanya bergantung pada dua nama besar itu. PB PABSI menghitung peluang dari keseluruhan delapan lifter yang telah disetujui untuk berangkat ke Nagoya.
Sekretaris Jenderal PB PABSI Djoko Pramono mengatakan pemetaan dilakukan oleh tim ahli. “Menurut tim ahli, peluang dari delapan itu empat medali. Medalinya apa tidak disebut. Pokoknya empat medali,” ujarnya kepada CNN Indonesia.
Dua Rekam Jejak yang Menjadi Tumpuan
Rahmat membawa status juara bertahan setelah memenangkan kelas 73kg pada Asian Games Hangzhou 2022 yang digelar pada 2023. Ia mencatat total angkatan 359kg dalam ajang tersebut.
Lifter itu juga membukukan rekor Asian Games serta rekor dunia clean and jerk dengan angkatan 201kg. Pada Aichi-Nagoya, Rahmat terdaftar untuk bertanding di kelas 75kg.
Rizki memasuki Asian Games pertamanya dengan modal emas Olimpiade Paris 2024. Ia akan tampil pada kelas 85kg.
Sebelum susunan tim diumumkan, Rizki dan Rahmat sempat diproyeksikan bersaing untuk satu tempat di kelas 75kg. Daftar akhir PB PABSI menunjukkan keduanya tetap berangkat pada kelas berbeda.
Delapan Nama untuk Tujuh Hari Pertandingan
Pertandingan angkat besi Asian Games dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, pada 23-29 September. Nagoya City Trade and Industry Center akan menjadi arena bagi empat atlet putra dan empat atlet putri Indonesia.
| Atlet | Sektor | Kelas |
|---|---|---|
| Ricko Saputra | Putra | 60kg |
| Eko Yuli Irawan | Putra | 65kg |
| Rahmat Erwin Abdullah | Putra | 75kg |
| Rizki Juniansyah | Putra | 85kg |
| Luluk Diana Tri Wijayana | Putri | 49kg |
| Juliana Klarisa | Putri | 53kg |
| Natasya Beteyob | Putri | 61kg |
| Indah Afriza | Putri | 69kg |
Eko Yuli Irawan menjadi atlet berpengalaman lain di sektor putra. Ia pernah mempersembahkan emas bagi Indonesia pada Asian Games 2018.
PB PABSI juga membawa kekuatan putri melalui Luluk Diana Tri Wijayana, Juliana Klarisa, Natasya Beteyob, dan Indah Afriza. Peluang medali dari sektor tersebut menjadi bagian dari proyeksi kolektif tim ahli.
Mengejar Tambahan Koleksi Indonesia
Angkat besi telah menyumbang dua emas, delapan perak, dan 14 perunggu untuk Indonesia sepanjang sejarah Asian Games. Dua emas itu dipersembahkan Eko pada 2018 dan Rahmat pada edisi Hangzhou.
Raihan terbaik berdasarkan komposisi medali terjadi pada 2018 dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Sementara itu, jumlah keping terbanyak dicatat pada 2010 melalui satu perak dan tiga perunggu.
Tim atlet akan didampingi Dirdja Wihardja, Erwin Abdullah, Samsusi, Sri Indriyani, dan Triyatno sebagai lima ofisial kontingen. Dukungan tersebut akan mengiringi upaya Indonesia memenuhi target empat medali di Nagoya.
Target itu menjadi ukuran penting bagi kombinasi lifter berpengalaman dan atlet dengan capaian besar di level internasional. Hasil pertandingan akan menentukan tambahan koleksi medali Indonesia di Asian Games.






