Berawal dari Akademi Kuningan, Proton FC Kini Mengejar License Pro Futsal League

Proton FC memulai langkah dari sebuah akademi di Kuningan, Jawa Barat, sebelum kini memasuki peluang menuju level tertinggi futsal nasional. Setelah menjuarai edisi perdana Pro Futsal League 2, klub tersebut mendapat kesempatan mengikuti proses bidding license Pro Futsal League musim 2026/2027 dan musim berikutnya.

Perjalanan itu menjadi gambaran bahwa target tampil di kompetisi profesional tidak ditempuh secara instan. Proton FC membangun fondasi melalui pembinaan pemain, kompetisi dari jenjang bawah, dan pengembangan klub secara bertahap.

Gelar yang Membuka Kesempatan Baru

Keberhasilan merebut gelar Pro Futsal League 2 memberi Proton FC landasan untuk melangkah ke fase selanjutnya. Kesempatan mengikuti bidding license menjadi bagian dari proses klub untuk masuk ke persaingan Pro Futsal League.

Proses tersebut penting karena Proton FC tengah menata arah sebagai klub profesional. Klub tidak hanya menyiapkan kebutuhan tim untuk kompetisi, tetapi juga melakukan pembenahan terhadap berbagai unsur organisasi.

Evaluasi menyeluruh dilakukan setelah kompetisi Pro Futsal League 2 selesai. Aspek yang ditinjau meliputi tim, kepelatihan, dan seluruh lini klub agar target musim berjalan serta rencana jangka panjang dapat diperbaiki.

Presiden Proton FC Thoni Indra Gunawan menyampaikan ambisi klub dalam peluncuran awal di Hotel Mercure Bandung pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia menilai cita-cita yang tinggi harus tetap dipertahankan meski awalnya terlihat sulit dicapai.

“Bercita-citalah sampai orang lain mentertawakan cita-citamu. Kalau sudah ditertawakan orang lain berarti itu adalah cita-cita yang tinggi,” kata Thoni. Pernyataan itu mencerminkan arah Proton FC yang ingin melanjutkan kemajuan setelah keberhasilan di Pro Futsal League 2.

Peta Jalan Pengembangan Klub

Proton FC telah menyusun peta jalan pengembangan untuk 2026 hingga 2031. Peta jalan itu menjadi pakem klub dalam menata langkah dan membangun tim untuk musim-musim berikutnya.

Thoni menyebut tujuan Proton FC bukan hanya menjadi tim yang kompetitif di lapangan. Klub juga ingin merepresentasikan cita-cita insan futsal masyarakat Jawa Barat melalui proses pengembangan yang berkelanjutan.

“Kami ingin membangun tim yang kompetitif dan mampu merepresentasikan cita-cita insan futsal masyarakat Jawa Barat,” ungkap Thoni. Menurutnya, langkah bertahap diperlukan agar klub berjalan sesuai peta jalan yang telah ditentukan.

Perjalanan Kompetisi dari Bawah

Sebelum tampil di Pro Futsal League 2, Proton FC terlebih dahulu menjalani pembinaan melalui akademi di Kuningan. Klub kemudian mengikuti Liga Nusantara untuk memperluas pengalaman di jalur kompetisi.

Dari Liga Nusantara, Proton FC meneruskan perjalanan ke Pro Futsal League 2 dan akhirnya menjadi juara pada edisi pertama. Liputan6.com melaporkan bahwa klub itu dibangun selama tiga tahun dengan fokus pada pengembangan berjenjang.

“Dari sebuah akademi di Kuningan, kami bertransformasi menjadi klub yang mengikuti kompetisi dari jenjang terbawah,” ujar Thoni. Ia mengatakan perjalanan tersebut membawa Proton FC menjadi bagian dari klub profesional yang bertanding di Pro Futsal League Indonesia.

Kerja Sama dengan Imane Thailand

Penguatan klub juga dilakukan melalui kemitraan jangka panjang dengan Imane Thailand. Kolaborasi itu diperkenalkan dalam peluncuran awal bertajuk “Proton FC x Imane, Wear the Game. Live the Passion.”

Thoni menilai kemitraan tersebut mempunyai ruang pengembangan yang lebih luas daripada apparel. Ia menyebut Proton FC dan Imane memiliki irisan visi dalam membangun ekosistem futsal.

Presiden Imane, Takkasit Tai Jittivanich, melihat Indonesia memiliki modal besar untuk berkembang di futsal Asia. Ia menyoroti talenta muda, minat anak-anak terhadap futsal, dan peran sistem pembinaan sebagai unsur yang perlu dikembangkan.

Menurut Takkasit, orang-orang di dalam sebuah klub menjadi bagian paling penting dalam futsal. Dengan peluang bidding license, gelar Pro Futsal League 2, serta peta jalan hingga 2031, Proton FC memiliki dasar untuk melanjutkan ambisi profesionalnya.

Baca Juga