Pramusim Mbappe Terbatas, Kejelasan Mourinho Jadi Modal Baru Real Madrid

Kylian Mbappe hanya memiliki satu kesempatan tampil pada laga pramusim Real Madrid melawan Schalke sebelum kompetisi resmi dimulai. Waktu persiapan yang terbatas itu datang setelah ia menyelesaikan tugas bersama tim nasional Perancis di Piala Dunia 2026.

Meski demikian, Mbappe melihat situasi positif dalam kedatangan Jose Mourinho sebagai pelatih baru. Ia percaya kejelasan arahan dari Mourinho dapat membantu Real Madrid membangun fondasi untuk mengejar kemenangan pada musim 2026-27.

Persiapan Setelah Piala Dunia

Mbappe termasuk pemain terakhir yang tiba di Valdebebas untuk persiapan musim baru. Keterlibatannya bersama Perancis membuat durasi pramusimnya bersama skuad klub lebih pendek.

Penyerang berusia 27 tahun itu ingin menggunakan setiap sesi latihan untuk mengejar kondisi fisik dan ritme permainan. Ia menilai periode sebelum kompetisi resmi merupakan kesempatan bagi pemain untuk bekerja dengan intensitas lebih tinggi.

"Saya berusaha memberikan yang terbaik karena inilah saatnya kami bisa bekerja lebih keras," ujar Mbappe. Ia menjelaskan bahwa fokus akan berubah menjadi pengelolaan beban kerja ketika jadwal pertandingan resmi sudah berjalan.

Laga melawan Schalke menjadi satu-satunya pertandingan pramusim yang dapat dimanfaatkan Mbappe sebelum musim dimulai. Keterbatasan itu membuat proses adaptasi bersama staf pelatih baru menjadi semakin penting.

Percakapan Intens dengan Mourinho

Jose Mourinho memulai tugasnya sebagai pelatih Real Madrid pada awal musim panas 2026. Sejak Piala Dunia, ia telah beberapa kali berkomunikasi dengan Mbappe mengenai situasi tim.

Pembicaraan tersebut berlanjut ketika Mbappe bergabung kembali dengan rekan-rekan setimnya di Valdebebas. Dalam wawancara dengan Real Madrid TV yang dikutip bola.kompas.com, Mbappe menyebut komunikasi itu sebagai perkembangan yang positif.

"Kami banyak berbincang selama Piala Dunia dan juga selama beberapa hari terakhir di sini," kata Mbappe. Baginya, dialog seperti itu membantu pemain memahami tuntutan yang akan diterapkan staf pelatih.

Mbappe memberikan penilaian tinggi terhadap pengalaman Mourinho dalam mengejar kemenangan. Ia mengatakan pemain senang memiliki pelatih yang memahami secara tepat tujuan yang ingin dicapai.

"Sangat positif memiliki pelatih seperti itu—sosok yang tahu cara meraih kemenangan dan tahu bagaimana memberikan arahan untuk mencapai kemenangan," ucap Mbappe. Pernyataan itu menggambarkan harapannya terhadap pengaruh Mourinho pada skuad.

Tuntutan untuk Mengangkat Trofi

Bagi Mbappe, kedatangan pelatih baru tidak mengubah standar yang berlaku di Real Madrid. Klub tetap dituntut memenangkan gelar dan menjaga pencapaian di setiap musim.

Musim mendatang akan menjadi musim ketiganya di Real Madrid, klub yang disebutnya sebagai tempat untuk mewujudkan impian bermain setiap hari. Namun, perasaan itu selalu berjalan beriringan dengan kewajiban menghasilkan prestasi.

Mbappe pun menyampaikan ambisi terbuka untuk musim 2026-27. "Saya rasa kami harus menang; tahun ini kami akan meraih gelar juara," katanya.

Kepercayaan Mbappe kepada Mourinho menjadi salah satu nada utama di awal persiapan tim. Real Madrid kini menghadapi tugas menyatukan pemain yang baru kembali dari agenda internasional dengan pendekatan pelatih barunya.

Baca Juga